Jakarta, FORTUNE - Laba emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meningkat sebesar 467,15 persen (YoY) dari Rp55,22 miliar menjadi Rp313,18 miliar pada 2025.
Pertumbuhan laba bersih itu diraih di tengah koreksi penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya perseroan sebesar 14,58 persen (YoY) dari Rp3,43 triliun menjadi Rp2,93 triliun. Penyebab penurunan penjualan adalah koreksi pada segmen pengembang properti dan pariwisata.
Doikutip dari laporan keuangan perseroan pada periode 2025, segmen usaha pengembang properti melaporkan penjualan hampir Rp2,02 triliun (VS Rp2,57 triliun pada 2024). Sementara, segmen pariwisata mencatatkan penjualan senilai Rp226,27 miliar (VS Rp230,85 miliar pada 2024).
Namun demikian, perseroan dapat mengontrol beban pokok penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya. Hasilnya, pos tersebut menurun dari hampir Rp1,66 triliun menjadi Rp1,38 triliun. Begitu pula dengan beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban pajak final, serta beban bunga dan keuangan lainnya.
Selain itu, ASRI juga melaporkan laba selisih kurs - bersih sebesar Rp295,75 juta, berbalik dari rugi selisih kurs - bersih pada 2024 yang mencapai Rp141,14 miliar.
Dengan demikian, perseroan dapat menjaga kenaikan laba usaha, laba bruto, hingga laba sebelum beban pajak. Laba per saham dasar ASRI pun melonjak sebesar 467,26 persen (YoY) dari Rp2,81 menjadi Rp15,94.
Dari segi neraca, ASRI membukukan aset sejumlah Rp23,16 triliun pada 2025, naik dari Rp22,02 triliun pada akhir 2024. Demikian juga dengan liabilitas yang naik dari Rp10,68 triliun menjadi Rp11,5 triliun; serta ekuitas yang bertumbuh dari Rp11,33 triliun menjadi Rp11,65 triliun.
Saham ASRI menguat 1,49 persen ke harga Rp136 pada akhir perdagangan Senin (30/3). Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi mencapai 27,2 juta saham; dengan nilai transaksi Rp3,67 miliar; dan frekuensi sebanyak 1,19 ribu.
