Jakarta, FORTUNE - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menjalankan rentetan strategi di tengah lonjakan harga gandum global, dari efisiensi sampai ekspansi fasilitas produksi.
Pada semester pertama 2022, penjualan bersih perseroan mencapai Rp1,79 triliun atau naik 15,1 persen (YoY). Wilayah Barat dan Timur mencatatkan kenaikan penjualan 19,3 persen (YoY) jadi Rp798,2 miliar. Sementara wilayah Tengah membukukan penjualan Rp993,6 miliar, naik 11,9 persen.
“Pertumbuhan penjualan signifikan pada paruh pertama merupakan hasil dari penerapan strategi perusahaan yang akurat untuk menambah pabrik, serta memperluas sebaran distribusi baik pada kanal modern maupun tradisional,” jelas Direktur Sari Roti, Arlina Sofia.
Adapun, gandum berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) pernah menyentuh titik tertinggi pada 7 Maret 2022, yaitu US$1.294 per ton. Secara rata-rata, harganya ada di level US$977 selama paruh pertama tahun ini.
Alhasil, biaya bahan baku dan kemasan Sari Roti melonjak 31,6 persen (YoY) jadi Rp552,5 miliar, setara 63 persen dari total beban pokok penjualan.
“Kenaikan (harga) sudah terjadi sejak tahun lalu, bukan hanya tahun ini. Sudah banyak inisiatif yang kami lakukan untuk efisiensi dan (tingkatkan) produktivitas,” ujar Head Investor and Public Relations Sari Roti, Hadi Susilo, Kamis (15/9).