Jakarta, FORTUNE - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dilaporkan tengah memproses aksi pencatatan saham ganda (dual listing) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).
Emiten anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) itu disebut telah menyewa sejumlah lembaga keuangan untuk menangani aksi tersebut. Sebut saja Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group.
"Pembahasan masih berlangsung. Besaran serta waktu kesepakatan masih dalam tahap diskusi," demikian diberitakan oleh Bloomberg, dikutip Jumat (21/1).
Apabila transaksi tersebut terlaksana, maka itu akan menjadi kesepakatan langka yang mendebutkan perusahaan yang tidak berasal dari Tiongkok di bursa pusat keuangan Asia.
EMAS, UBS, dan Citic menolak berkomentar, sedangkan Morgan Stanley tak merespons permintaan komentar
Merdeka Gold Resources sendiri memiliki fasilitas tambang emas di Pani, Gorontalo. Kegiatan penambangan di sana telah dimulai sejak 1 Oktober 2025. Selaras dengan itu, ore preparation plant (OPP) perseroan sudah beroperasi penuh. Listrik sebesar 150 kV dari sumber energi terbarukan PLN pun telah disalurkan.
Tambang itu dilaporkan memiliki cadangan bijih 190 juta ton, yang disebut mengandung 4,8 juta ounces emas. Pada kapasitas maksimal, tambang tersebut diproyeksi dapat menghasilkan produksi tertinggi hingga 500.000 ounces emas per tahun.
Sejak IPO pada September 2025, harga saham EMAS telah melonjak 71,53 persen ke Rp6.175. Kapitalisasi pasarnya telah mencapai Rp99,91 triliun pada akhir perdagangan Jumat (23/1).
Seiring dengan penguatan harga emas yang terus berlanjut, harga saham EMAS turut mengalami kenaikan sebesar 43,60 persen dalam 3 bulan terakhir.
Lebih lanjut, dikutip dari IDX Mobile, harga EMAS menguat 3,78 persen. Volume transaksinya mencapai 43,7 juta saham; dengan nilai transaksi sebesar Rp271 miliar; serta frekuensi transaksi sebanyak 14.200 kali.
