Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Presiden Direktur Superbank, Tigor M Siahaan di JCC, Selasa (11/2).
Presiden Direktur Superbank, Tigor M Siahaan di JCC, Selasa (11/2).

Jakarta, FORTUNE - Penawaran umum perdana saham atau IPO bank digital Grup Emtek, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dilaporkan mengalami kelebihan permintaan hingga 318,69 kali.

Sebagai salah satu penjamin emisi efek, PT Sucor Sekuritas mencatat, ada lebih dari 1 juta pesanan yang masuk selama periode penawaran IPO SUPA.

"Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank. Respons seperti ini menandakan bahwa minat investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat," kata CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, dalam keterangan resminya, Selasa (16/12).

Dengan kondisi kelebihan permintaan tersebut, ia berharap IPO Superbank dapat berdampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham setelah pencatatan, sekaligus menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.

Sebagai konteks, masa penawaran umum (offering) dan penjatahan efek dari IPO SUPA telah selesai kemarin, Senin (15/12). Proses itu berlanjut ke distribusi saham pada hari ini dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/12).

Superbank sendiri menawarkan hampir 4,41 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 kepada publik. Itu mewakili 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Dengan harga penawaran final Rp635 per saham, perseroan menghimpun dana sebesar Rp2,79 triliun dari aksi pencatatan saham perdana tersebut.

Dari total dana itu, sekitar 70 persen akan perseroan gunakan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit perseroan. Sementara itu, 30 persen lainnya akan perseroan alokasikan sebagai belanja modal dengan penyaluran bertahap mulai 2026 sampai dengan 5 tahun ke depan.

Belanja modal tersebut akan perseroan gunakan untuk pengembangan produk perseroan, antara lain: pengembangan produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi ritel dan UMKM demi pertumbuhan berkelanjutan.

Langkah itu juga akan didukung oleh pengembangan teknologi informasi melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI dan data analytics, serta peningkatan keamanan siber.

Editorial Team