Jakarta, FORTUNE - Seorang paus Bitcoin kembali menggerakkan pasar setelah lebih dari satu dekade tidak aktif. Pemilik dompet yang dijuluki “5K BTC OG” mulai melepas kepemilikan Bitcoinnya yang dibeli sejak 2012, mengunci keuntungan hingga 31.250 persen di tengah harga Bitcoin yang mendekati level psikologis US$100.000.
Melansir Benzinga, dompet tersebut awalnya menerima 5.000 BTC pada 2012 dengan harga sekitar US$332 per koin. Hingga saat ini, separuh dari kepemilikan tersebut atau sebanyak 2.500 BTC telah dijual melalui sejumlah transaksi dengan harga rata-rata US$106.164 per BTC, menghasilkan dana sekitar US$265 juta.
Data Lookonchain menunjukkan, dalam gelombang terbaru, tambahan 500 BTC senilai sekitar US$47,77 juta dipindahkan ke bursa kripto Binance. Pergerakan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi keluar pemegang Bitcoin berusia 12 tahun tersebut.
Pola penjualan terpantau dilakukan secara bertahap dan terukur. Sang pemilik dompet mentransfer 250–500 BTC per transaksi, yang tersebar dalam sedikitnya 10 transaksi menuju Binance selama lima bulan terakhir. Strategi ini mengindikasikan upaya mengelola likuiditas sekaligus meminimalkan dampak langsung terhadap pasar.
Meski demikian, dompet “5K BTC OG” masih menyimpan 2.500 BTC dengan nilai sekitar US$237,5 juta. Kepemilikan ini berpotensi menjadi pasokan berikutnya yang masuk ke pasar apabila aksi jual berlanjut.
Di tengah harga Bitcoin yang berada sedikit di bawah US$100.000, aksi distribusi dari pemegang lama seperti ini berpotensi menambah tekanan, terutama di area resistansi yang sudah padat. Secara akumulatif, total keuntungan sang OG kini melampaui US$500 juta, menjadikannya salah satu kisah HODL-to-exit paling menguntungkan dalam sejarah Bitcoin.
Sementara komunitas investor jangka panjang memuji keteguhan “diamond hands”, pelaku pasar jangka pendek cenderung lebih waspada. Koin-koin yang telah lama tidak bergerak sejak era awal pasca-Satoshi kini kembali aktif dan likuid, dan separuhnya telah berpindah tangan.
