Jakarta, FORTUNE - Para pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), atau Moratelindo, menyetujui rencana merger perseroan dengan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia, bagian dari Grup Sinar Mas. Tanggal efektif merger dijadwalkan pada 22 April 2026.
Melalui penggabungan usaha, jaringan kedua perusahaan akan disinergikan. Per September 2025, Moratelindo memiliki kabel serat optik sepanjang lebih dari 57.000 km dan 6 pusat data berkapasitas 3,3 megawatt, dengan sekitar 16.800 pelanggan enterprise, 1 juta homepass, dan lebih dari 296.000 pelanggan ritel. Di lain sisi, MyRepublic mempunyai lebih dari 1,52 juta pelanggan ritel, dengan dukungan 58.000 km kabel serat optik dan 8,7 juta homepass.
Setelah merger, nama perusahaan akan berganti menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. "Ke depan, sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan yang lebih cepat dan luas dengan potensi yang semakin besar," kata Calon Direktur Utama PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius M. Sulaiman dalam keterangan resmi, Jumat (27/3).
Ia menyatakan, merger juga akan mensinergikan aspek finansial yang berkelanjutan, melalui optimalisasi biaya operasional, belanja modal lebih efisien, serta mengoptimalisasi kapasitas dan aset jaringan dari backbone hingga last mile.
Persetujuan merger sendiri diberikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (26/3). Selain menyepakati merger, rapat itu juga menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi, yang akan berlaku pada tanggal efektif penggabungan. Berikut ini hasil perubahan tersebut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Arsjad Rasjid.
Komisaris: Marlo Budiman.
Komisaris: Handhianto S. Kentjono.
Direksi
Direktur Utama: Timotius M. Sulaiman.
Direktur: Yopie Widjaja.
Direktur: Hendra Gunawan.
Direktur: Edward Sanusi.
Direktur: Ir. Iman Syahrizal.
Direktur: Melanie Maharani.
Direktur: Edward Anwar.
Direktur: Jimmy Kadir.
Direktur: Genta Andhika Putra.
"Momentum ini menandai fase penting dalam penguatan struktur dan arah jangka panjang perusahaan, khususnya dalam memastikan fondasi tata kelola yang semakin solid seiring dengan pertumbuhan bisnis," kata Arsjad Rasjid.
Saham MORA terkoreksi 2,57 persen ke harga Rp4.550 pada perdagangan Jumat pukul 14.47 WIB.
