Jakarta, FORTUNE - PT RMK Energy Tbk (RMKE) meraup kenaikan laba bersih sepanjang kuartal I 2026. Kenaikan laba itu ditopang oleh lonjakan pendapatan seiring jalur hauling road mulai beroperasi penuh sejak 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, sepanjang tiga bulan pertama 2026, RMKE mencatatkan laba bersih sebesar Rp55,7 miliar, meningkat 8,2 persen secara tahunan. Di sisi lain, RMKE membukukan pendapatan usaha mencapai Rp815,6 miliar, atau tumbuh 142,12 persen jika dibadningkan periode yang sama 2025 sebesar Rp336,84 miliar. Adapun, laba kotor tercatat Rp101,2 miliar, meningkat 19,6 persen YoY.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra mengatakan dari total laba kotor tersebut, segmen jasa menyumbang 79 persen, sementara segmen penjualan berkontribusi 21 persen.
RMKE juga mencatat struktur keuangan yang solid dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,54 kali.
"Sebagian besar pertumbuhan segmen penjualan berasal dari pembeli strategis global. Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, kami optimistis dapat terus meningkatkan volume trading dan mengoptimalkan margin saat harga pasar mendukung," kata Vincent dalam keterangan resmi, Selasa (5/5).
Pada lini penjualan batubara, di periode tersebut perseroan membukukan total volume penjualan mencapai 1 juta ton atau melonjak 3,8 kali lipat secara tahunan. Kenaikan volume tersebut ditopang peningkatan harga jual rata-rata batubara sebesar 5,6 persen secara tahunan menjadi Rp611.396 per ton.
Vincent menyebut strategi ekspansi basis pelanggan, termasuk pembelian batubara dari pelanggan baru yang terhubung langsung dengan fasilitas RMKE menjadi pendorong utama pertumbuhan. Langkah ini memberi fleksibilitas bagi perusahaan untuk meningkatkan volume trading di tengah tren kenaikan harga batubara dengan infrastruktur logistik terintegrasi.
Sementara itu, segmen jasa pengangkutan melalui hauling road menjadi penopang baru pertumbuhan. Volume angkutan melonjak dari 86,4 ribu ton pada kuartal I tahun lalu menjadi 470,2 ribu ton pada kuartal I tahun ini.
Kinerja tersebut dinilai semakin strategis seiring pemberlakuan regulasi pemerintah daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara efektif sejak 1 Januari 2026. Kondisi itu menjadikan hauling road milik PT RMK Energy Tbk sebagai infrastruktur vital di wilayah operasional.
Volume muatan tongkang mengalami penurunan musiman sebesar 14,4 persen YoY menjadi 1,7 juta ton akibat faktor cuaca ekstrem, periode administrasi RKAB di awal tahun, serta banyaknya hari libur nasional, dampak tersebut berhasil terkompensasi dengan sangat baik oleh kontribusi pendapatan dari segmen hauling road yang tumbuh pesat.
