Dalam penyesuaian terbaru, MSCI mencoret enam saham Indonesia berkapitalisasi besar dan menengah dari MSCI Global Standard Index. Saham-saham tersebut meliputi PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Meski sejumlah emiten besar keluar dari indeks, MSCI masih mempertahankan sejumlah saham unggulan Indonesia, terutama sektor perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tetap menjadi konstituen utama.
Berdasarkan data MSCI sebelum review Mei 2026, BBCA memiliki bobot terbesar terhadap MSCI Indonesia Index sebesar 22,14 persen. Posisi berikutnya ditempati BBRI sebesar 13,91 persen dan BMRI sebesar 11,18 persen.
Berikut daftar 11 saham Indonesia yang bertahan di MSCI Global Standard Index Mei 2026:
PT Astra International Tbk (ASII)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
PT United Tractors Tbk (UNTR).
Khusus saham BRPT milik Prajogo Pangestu, MSCI tetap mempertahankan emiten tersebut dalam indeks global. BRPT dinilai masih memenuhi ketentuan minimal free float dan tidak masuk kategori high shareholding concentration (HSC).