Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Obligasi Negara Ritel (ORI)
Obligasi Negara Ritel (ORI) (dok. Kemenkeu)

Intinya sih...

  • SBN ritel ORI029 segera diterbitkan pemerintah pada akhir Januari 2026

  • ORI029 menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, serta dijamin penuh oleh negara

  • Penerbitan ORI029 berlangsung di tengah ekspektasi penurunan suku bunga acuan sepanjang 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE SBN ritel ORI029 segera diterbitkan pemerintah pada akhir Januari 2026, menandai pembukaan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun ini.

Produk ini menjadi seri pertama yang ditawarkan kepada investor individu, di tengah tren penurunan suku bunga dan meningkatnya minat pasar terhadap instrumen pendapatan tetap berisiko rendah.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dijadwalkan membuka masa penawaran ORI029 pada 26 Januari hingga 19 Februari 2026.

Obligasi Negara Ritel (ORI) ini dapat dibeli masyarakat dengan nominal terjangkau, menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, serta dijamin penuh oleh negara.

ORI029 dan karakteristik instrumen

ORI merupakan instrumen obligasi negara yang ditujukan khusus untuk investor ritel. Dengan kupon tetap (fixed rate), ORI memberikan kepastian arus kas bagi pemegangnya selama masa investasi.

Setelah melewati masa minimum holding period (MHP), ORI juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memberi fleksibilitas bagi investor yang ingin menjual sebelum jatuh tempo.

Secara historis, ORI ditawarkan dalam dua pilihan tenor, yakni 3 tahun dan 6 tahun. Pola ini diperkirakan kembali digunakan pada penerbitan ORI029.

Dengan kondisi suku bunga yang relatif stabil dan potensi pelonggaran moneter ke depan, ORI menjadi instrumen yang menarik bagi investor yang ingin mengunci imbal hasil sejak awal.

Momentum pasar dan tren suku bunga

Penerbitan ORI029 berlangsung di tengah ekspektasi penurunan suku bunga acuan sepanjang 2026.

Dalam kondisi seperti ini, instrumen berkupon tetap cenderung lebih diminati karena mampu menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan instrumen berbunga mengambang, termasuk deposito.

Ekspektasi tersebut juga tercermin dari pergerakan harga ORI yang telah beredar di pasar sekunder. Sejumlah seri ORI lama diperdagangkan dengan harga premium, menandakan tingginya permintaan terhadap obligasi ritel negara di tengah perubahan siklus suku bunga.

Harga ORI lama tembus 104 persen di pasar sekunder

Data perdagangan pasar sekunder menunjukkan harga sejumlah seri ORI telah melampaui nilai nominalnya. Beberapa seri bahkan diperdagangkan hingga di atas 104 persen, mencerminkan kesediaan investor membayar lebih mahal untuk memperoleh kupon tetap yang dinilai menarik.

Dilansir PHEI, ORI027 tenor 6 tahun, misalnya, tercatat berada di kisaran 104 persen. Mayoritas seri ORI dengan tenor menengah hingga panjang juga berada di atas level 102 persen.

Sebaliknya, seri ORI yang relatif baru masih diperdagangkan di sekitar atau sedikit di bawah 100 persen, sehingga menawarkan yield yang lebih kompetitif. Kondisi ini mengindikasikan kuatnya permintaan pasar terhadap SBN ritel, sekaligus mencerminkan ekspektasi investor terhadap arah suku bunga yang lebih rendah ke depan.

Implikasi bagi investor ritel

Kenaikan harga ORI lama di pasar sekunder memberikan sinyal bahwa penerbitan ORI029 berpotensi menarik minat investor sejak awal masa penawaran. Pembelian pada harga perdana 100 persen memberi peluang memperoleh kupon optimal tanpa membayar premi.

Bagi investor yang telah memegang ORI lama dengan harga premium, instrumen tersebut lebih relevan untuk tujuan pendapatan kupon rutin dibandingkan mengejar capital gain tambahan.

Sementara itu, ORI029 dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memulai investasi SBN ritel atau melakukan diversifikasi portofolio.

Jadwal SBN ritel sepanjang 2026

Pemerintah telah merilis jadwal tentatif penerbitan SBN ritel sepanjang 2026. Selain ORI029, terdapat sejumlah produk lain yang akan ditawarkan kepada investor individu, termasuk Sukuk Ritel dan Sukuk Negara Tabungan.

Seluruh jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah mengikuti kebijakan pemerintah. Dilansir djpprkemenkeu, berikut jadwal tentatif penerbitan SBN ritel sepanjang 2026:

  • ORI029 (Obligasi Negara Ritel): 26 Januari–19 Februari 2026

  • SR024 (Sukuk Ritel): 6 Maret–15 April 2026 

  • ST016 (Sukuk Negara Tabungan): 8 Mei–3 Juni 2026 

  • ORI030 (Obligasi Negara Ritel):  6 Juli–30 Juli 2026 

  • SR025 (Sukuk Ritel): 21 Agustus–16 September 2026 

  • SWR007 (Sukuk Wakaf Ritel): 4 September–21 Oktober 2026 

  • SBR015 (Savings Bond Ritel): 29 September–22 Oktober 2026 

  • ST017 (Sukuk Negara Tabungan): 6 November–2 Desember 2026

FAQ seputar ORI029

Kapan ORI029 mulai ditawarkan?

Berdasarkan jadwal tentatif, ORI029 ditawarkan mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026.

Apakah ORI029 bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo?

Ya, ORI029 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum holding period.

Apakah ORI dijamin oleh negara?

ORI merupakan obligasi negara yang pembayaran pokok dan kuponnya dijamin penuh oleh pemerintah.

Editorial Team