Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Investasi SBN atau Deposito, Mana Lebih Untung?

Tumpukan koin
ilustrasi investasi (unsplash.com/micheile henderson)
Intinya sih...
  • Investasi SBN dan deposito dapat dijadikan pilihan investasi menarik untuk investor pemula.
  • Perbedaan SBN dan deposito dapat dilihat dari penerbit, penjamin, imbal hasil, dan risikonya.
  • Deposito cocok bagi investor jangka pendek dan minim risiko, dan SBN ideal bagi investor jangka menengah hingga panjang dengan imbal hasil lebih tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Investasi bukan sekadar tren, tetapi salah satu langkah strategis untuk mencapai kemandirian finansial. Namun, banyak orang yang ingin memulai investasi, tetapi bingung harus mulai dari mana.

Ada beberapa instrumen investasi menguntungkan yang dapat dipilih investor pemula, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito. Keduanya ramah pemula dengan risiko yang terukur dan dapat disesuaikan dengan tujuan investasi.

Lantas, mana yang lebih menguntungkan, investasi SBN atau deposito? Berikut beberapa perbedaan kedua instrumen investasi tersebut yang dapat dipertimbangkan.

Pihak penerbit SBN dan deposito

Perbedaan SBN dan deposito yang utama terletak pada lembaga penerbitnya. SBN merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai salah satu sumber pembiayaan negara.

Berbeda halnya dengan SBN, deposito merupakan produk simpanan yang dikeluarkan oleh perbankan atau lembaga keuangan. Tujuannya untuk memberikan profit kepada nasabah dalam bentuk bunga tetap.

Produk SBN dan deposito

SBN menawarkan berbagai jenis produk bagi calon investor yang tertarik, seperti Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). 

Di Indonesia, SUN mencakup Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Produk SBSN meliputi Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), dan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).

Sebagai produk simpanan perbankan, deposito menawarkan berbagai jenis yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah. Beberapa pilihan yang cukup populer, seperti deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposito on call

Setiap produk deposito memiliki ketentuan dan syarat pengajuan berbeda, termasuk suku bunga dan tenor.

Jaminan keamanan SBN dan deposito

Selain pihak penerbit, kedua instrumen investasi tersebut juga memiliki jaminan keamanan yang berbeda. Adanya pihak penjamin memastikan keamanan investor dalam melakukan investasi.

SBN dijamin keamanan sepenuhnya oleh negara sebagai instrumen yang dirilis pemerintah. Produk deposito dari perbankan mendapat jaminan keamanan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Jumlah minimal dana investasi SBN dan deposito

Jumlah modal juga menjadi pertimbangan penting dalam memutuskan akan melakukan investasi SBN atau deposito. Modal awal investasi keduanya sangat bervariasi tergantung ketentuan lembaga penerbitnya.

Investasi SBN dapat dimulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta sesuai dengan produk yang dipilih. Sementara itu, modal awal deposito cukup fleksibel dengan jumlah minimum bergantung pada kebijakan setiap bank. Umumnya, Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Imbal hasil SBN dan deposito

SBN dan deposito menawarkan imbal hasil menguntungkan. Keuntungan deposito didapatkan dari bunga. Suku bunga tersebut cenderung lebih kompetitif dibandingkan suku bunga tabungan biasa sekitar 3 sampai 6 persen per tahun dengan pilihan tenor beragam.

Di sisi lain, SBN menawarkan imbal hasil berupa kupon yang nilainya cenderung lebih tinggi dibandingkan deposito, dengan kisaran 5 sampai 6 persen. Tidak heran banyak investor yang memilih SBN untuk mencari profit maksimal.

Investor akan menerima pengembalian pokok investasi dan imbal hasil dari SBN secara berkala saat waktu jatuh tempo.

Besaran pajak SBN dan deposito

Beban pajak antara SBN dan deposito tidak sama. Pengenaan pajak pada deposito berkisar hingga 20 persen dari perolehan bunga, sedangkan pajak SBN lebih rendah sekitar 10 persen.

Besaran pajak inilah yang membuat SBN tampak lebih menarik dibandingkan deposito dari sisi pajak.

Risiko investasi SBN dan deposito

Setiap investasi tidak luput dari risiko yang mengikutinya, baik investasi SBN atau deposito juga memiliki risiko yang perlu ditanggung investor. 

Risiko utama SBN adalah risiko pasar. Nilai investasi dapat turun apabila dijual sebelum jatuh tempo karena perubahan suku bunga atau kondisi ekonomi.

Para investor banyak memilih deposito karena dinilai lebih aman dan rendah risiko. Sifat keuntuntungan deposito yang sudah ditentukan sejak awal menjadikan instrumen investasi ini tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar.

Namun, investasi deposito memiliki risiko likuiditas yang tidak dapat ditarik sewaktu-waktu. Pencairan dana sebelum jatuh tempo dapat dikenakan denda oleh pihak perbankan.

Lebih untung mana investasi SBN atau deposito?

SBN dan deposito dapat dijadikan pilihan investasi menarik. Keduanya menawarkan imbal hasil menguntungkan dengan sejumlah keunggulan.

Bagi investor pemula, deposito menjadi pilihan menarik dengan modal lebih terjangkau dan minim risiko. Deposito juga lebih menguntungkan dibandingkan produk tabungan biasa di perbankan dan lebih fleksibel untuk kebutuhan jangka pendek.

SBN cocok bagi investor jangka menengah hingga panjang yang mengincar imbal hasil yang lebih tinggi dengan pajak lebih kecil. Investor dapat menjadikannya sebagai sumber pendapatan pasif.

Itu dia beberapa perbedaan investasi SBN atau deposito yang dapat dikenali. Dengan memahami perbedaannya, Anda dapat memilih instrumen yang cocok dengan tujuan dan profil investasi. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar investasi SBN dan deposito

Apa perbedaan investasi antara SBN dan deposito?

Perbedaan utama antara SBN dan deposito terletak pada penerbit dan jaminannya. SBN diterbitkan pemerintah dan dijamin oleh negara, sedangkan deposito diterbitkan oleh bank yang dijamin oleh LPS.

Mana yang lebih aman antara SBN atau deposito?

Kedua instrumen investasi tersebut tergolong berisiko rendah dan cocok bagi investor pemula yang ingin memulai investasi.

Berapa imbal hasil yang ditawarkan oleh SBN dan deposito?

Imbal hasil SBN menawarkan kupon yang kompetitif, sedangkan deposito menawarkan bunga tetap yang bervariasi tergantung kebijakan bank.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More

Investasi SBN atau Deposito, Mana Lebih Untung?

12 Jan 2026, 15:50 WIBMarket