Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pasar Kripto Menghijau, Bitcoin dan Ethereum Melonjak Lebih dari 4%

Pasar Kripto Menghijau, Bitcoin dan Ethereum Melonjak Lebih dari 4%
ilustrasi kripto (pexels.com/RDNE Stock project)

Jakarta, FORTUNE - Pergerakan pasar aset kripto kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (3/3). Mengutip CoinMarketCap, di tengah ketegangan geopolitik global, mayoritas kripto berkapitalisasi besar justru mencatat kenaikan harga, dengan Bitcoin (BTC) berhasil menembus level US$68.786 dan Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 4 persen dalam 24 jam terakhir.

Dalam periode tersebut, sebagian besar aset digital papan atas bergerak di zona positif seiring membaiknya sentimen pasar global. Penguatan terutama dipimpin oleh Bitcoin dan Ethereum yang sama-sama mencatat kenaikan lebih dari 4 persen, menjaga total kapitalisasi pasar kripto tetap kokoh di kisaran triliunan dolar Amerika Serikat.

Data terbaru menunjukkan pergerakan yang beragam di antara 15 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Meski mayoritas berada di jalur penguatan, beberapa stablecoin dan altcoin masih mencatat koreksi tipis dalam perdagangan harian.

Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar diperdagangkan di level US$68.786,68, menguat 4,65 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar US$1,37 triliun, mempertahankan posisinya sebagai kripto paling bernilai di dunia.

Di posisi kedua, Ethereum (ETH) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 4,48 persen menjadi US$2.026,60. Nilai kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$253,62 miliar, menjadikannya aset digital terbesar kedua setelah Bitcoin.

Sementara itu, Tether (USDT) sebagai stablecoin terbesar relatif stabil di kisaran US$1,00, meski mengalami koreksi tipis 0,02 persen. Kapitalisasi pasar USDT tercatat mencapai US$183,66 miliar.

Penguatan juga terjadi pada XRP (XRP) yang naik 2,93 persen ke US$1,39, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$89,73 miliar. Adapun BNB (BNB) turut menguat 2,91 persen menjadi US$637,50, dengan nilai pasar mencapai US$86,38 miliar.

Di sisi lain, USD Coin (USDC) mencatat penurunan tipis 0,03 persen ke level US$0,9999. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya tetap stabil di US$75,34 miliar, mencerminkan kestabilan harga yang masih berada di sekitar patokan US$1.

Selanjutnya, Solana (SOL) mencatat kenaikan 3,38 persen ke US$86,49 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$51,14 miliar. TRON (TRX) juga mengalami kenaikan 0,90 persen menjadi US$0,2832, dengan nilai pasar mencapai US$27,13 miliar.

Untuk kategori meme coin, Dogecoin (DOGE) naik 1,52 persen menjadi US$0,09349, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$17,59 miliar, mencerminkan minat spekulatif yang masih cukup tinggi pada aset digital tersebut.

Sementara itu, Cardano (ADA) menguat 1,11 persen ke US$0,2767, dengan kapitalisasi pasar mencapai US$11,10 miliar, memperkuat posisinya di jajaran sepuluh besar kripto dunia.

Di kelompok berikutnya, Bitcoin Cash (BCH) mencatat kenaikan 0,64 persen ke level US$443,99 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$10,20 miliar.

Berbeda dengan mayoritas aset lainnya, UNUS SED LEO (LEO) mengalami koreksi 0,51 persen menjadi US$9,05, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$8,08 miliar.

Sementara itu, HYPE (HYPE) mencatat penguatan cukup signifikan 3,58 persen ke US$32,84 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$7,40 miliar. Chainlink (LINK) juga naik 3,13 persen menjadi US$8,94 dengan kapitalisasi pasar US$6,71 miliar.

Adapun CC (CC) menjadi salah satu aset yang terkoreksi, turun 1,87 persen ke US$0,1592. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya masih bertahan di sekitar US$6,38 miliar, menjaga posisinya di daftar 15 besar aset kripto berdasarkan nilai pasar.

Melansir CoinDesk, meski reli Bitcoin disambut positif oleh pelaku pasar, tetapi kenaikan kali ini terjadi setelah penurunan tajam selama beberapa bulan terakhir yang sempat memangkas harga hingga setengahnya dan menekan sentimen. Seorang analis menilai lonjakan cepat pada awal pekan ini mencerminkan positioning squeeze, ketika trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga terpaksa menutup posisi mereka saat harga justru bergerak naik.

“Ini jelas merupakan aksi penutupan posisi short akibat kombinasi serangan Iran yang memicu penyesuaian posisi di seluruh struktur pasar modal, sementara Bitcoin mendapat dorongan tambahan dari berbaliknya arus keluar dana pada ETF Bitcoin spot,” ujar Mark Connors, Chief Investment Officer Risk Dimensions.

Dengan kata lain, guncangan makro mendorong reposisi portofolio di berbagai pasar, sementara melambatnya arus keluar ETF turut memberi sentimen positif bagi Bitcoin.

Aksi penutupan posisi short dapat memicu reli tajam karena trader harus membeli kembali aset yang sebelumnya dipinjam untuk bertaruh pada penurunan harga, sehingga mendorong harga naik lebih cepat dari yang didukung fundamental dalam jangka pendek.

“Ini belum menjadi sinyal bahwa harga akan kembali menuju US$100.000 atau menembus level resistensi penting di US$75.000,” kata Connors. Menurutnya, reli ini belum menandai pembalikan tren penurunan yang lebih luas dan bisa terhenti tanpa permintaan yang kuat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Pasar Kripto Menghijau, Bitcoin dan Ethereum Melonjak Lebih dari 4%

03 Mar 2026, 12:05 WIBMarket