Meta, Coinbase, dan Kraken Adu Cepat Bangun Aplikasi Super Kripto

Jakarta, FORTUNE - Meta, Coinbase, dan Kraken mempercepat langkah membangun superapp kripto yang menggabungkan fungsi pembayaran dan perdagangan dalam satu platform. Strategi ini menandai babak baru konvergensi antara media sosial, bursa kripto, dan pasar modal tradisional di tengah perubahan pendekatan regulator Amerika Serikat.
Melansir Bitcoin.com, ketiga perusahaan besar itu berlomba menggabungkan layanan pembayaran stablecoin, perdagangan saham hampir sepanjang waktu (24 jam sehari, lima hari seminggu), serta produk derivatif berbasis token yang bisa diperdagangkan 24/7 dalam satu platform terpadu.
“Sejauh hari ini… 1) Meta mengungkap rencana meluncurkan pembayaran stablecoin di Facebook, WhatsApp, dan Instagram (itu berarti 3 miliar pengguna); 2) Coinbase mengaktifkan perdagangan saham — 24/5, tanpa komisi; 3) Kraken meluncurkan perdagangan kontrak berjangka perpetual (perps) 24/7 pada saham yang ditokenisasi," ujar Chief Investment Officer Bitwise Asset Management, Matt Hougan, menjelaskan pada 24 Februari.
“Delapan bulan lalu SEC mengatakan ‘biarkan superapp hadir’ dan pasar kini merespons," katanya, menambahkan.
Langkah paling konkret datang dari Coinbase. Mengutip Cointelegraph, bursa kripto itu resmi membuka perdagangan saham dan exchange-traded fund (ETF) bagi seluruh pengguna di Amerika Serikat. Investor kini dapat memperdagangkan ribuan saham dan ETF tanpa komisi, berdampingan dengan aset kripto, dalam satu aplikasi dengan akses 24 jam sehari, lima hari seminggu (24/5), serta pendanaan instan menggunakan USD atau USDC.
Melansir Cointelegraph, dalam unggahan terpisah, CEO Coinbase Brian Armstrong menulis, “Bursa segalanya (the everything exchange) terus berkembang.”
Coinbase juga berencana menghadirkan kontrak berjangka perpetual saham untuk pengguna di luar AS melalui Coinbase Bermuda Ltd., serta membuka jalan bagi saham yang ditokenisasi. Ekspansi ini menyusul peluncuran lebih dari 60 saham tokenisasi di Kraken dan Bybit pada pertengahan tahun lalu, serta langkah Robinhood yang memperluas program tokenisasinya hingga ratusan aset.
Sementara itu, Meta ikut terseret spekulasi kebangkitan proyek stablecoin internalnya. Namun Direktur Komunikasi Meta, Andy Stone, meluruskan isu tersebut. "Tidak ada yang berubah; masih belum ada stablecoin Meta. Ini tentang memungkinkan individu dan pelaku usaha melakukan pembayaran di platform kami menggunakan metode yang mereka pilih," ujarnya.
Di balik agresivitas korporasi teknologi dan kripto ini, terdapat pergeseran kebijakan di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Di bawah kepemimpinan baru, regulator disebut beralih dari pendekatan berbasis penegakan hukum ke arah fasilitasi inovasi, termasuk pengembangan superapp yang memungkinkan perdagangan efek dan aset kripto non-sekuritas berjalan berdampingan dalam satu kerangka regulasi.
Jika tren ini berlanjut, batas antara aplikasi media sosial, platform pembayaran, dan bursa investasi akan semakin kabur. Superapp kripto bukan lagi sekadar wacana, melainkan arena persaingan baru, di mana pengguna dapat membayar, berinvestasi, hingga berspekulasi dalam satu sentuhan layar.















