Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Cara Membuat Investment Policy Statement? Ini Panduannya

Bagaimana Cara Membuat Investment Policy Statement? Ini Panduannya
Ilustrasi investasi (pexels.com/AlphaTradeZone)
Intinya Sih
  • Investment Policy Statement (IPS) adalah dokumen penting yang memuat tujuan, alokasi aset, batasan, dan strategi investasi untuk membantu investor mengambil keputusan sesuai profil risiko.

  • Penyusunan IPS meliputi penentuan tujuan investasi, identifikasi kondisi finansial, alokasi aset target, perumusan strategi diversifikasi, serta penetapan parameter pemantauan portofolio.

  • IPS bermanfaat sebagai panduan strategis agar keputusan investasi tetap disiplin, selaras dengan tujuan keuangan, serta menghindari tindakan impulsif akibat fluktuasi pasar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perencanaan yang matang menjadi bagian yang penting dalam berinvestasi. Di kalangan profesional dan institusi besar, investment policy statement banyak dijadikan sebagai pedoman investasi.

Dokumen tersebut biasanya berisi tujuan, toleransi risiko, hingga strategi investasi agar setiap keputusan diambil lebih bijak. Investor ritel dapat membuat IPS versi sederhana untuk menjaga kedisiplinan dalam berinvestasi.

Berikut cara membuat investment policy statement yang dapat dijadikan panduan praktis bagi investor.

Table of Content

Apa itu investment policy statement?

Apa itu investment policy statement?

Dilansir Investopedia, pernyataan kebijakan investasi atau investment policy statement (IPS) adalah dokumen esensial dalam manajemen portofolio investasi. Dokumen tersebut menguraikan tujuan, alokasi aset, batasan, dan strategi investasi.

IPS biasanya digunakan oleh manajer portofolio dan penasihat keuangan untuk membantu pengambilan keputusan investasi klien dengan tujuan keuangannya. Ini berfungsi sebagai panduan strategis sehingga memperjelas pendekatan investor dalam berinvestasi.

Bagi investor ritel, IPS dapat dimanfaatkan sebagai peta jalan (roadmap) dalam mengelola investasi pribadi. Dokumen yang dibuat dengan baik dapat membantu investor tetap pada rencana jangka panjang tanpa terdistraksi fluktuasi jangka pendek.

Komponen investment policy statement

Sebagai panduan dalam berinvestasi, IPS tersusun atas beberapa komponen utama. Tujuannya untuk meminimalkan keputusan impulsif dan memastikan disiplin jangka panjang. Berikut rincian komponen investment policy statement.

1. Tujuan dan sasaran investasi

Komponen investment policy statement yang utama adalah tujuan investasi. Mengidentifikasi tujuan sangat membantu investor dalam membuat panduan secara lebih efektif.

2. Jangka waktu

Penentuan jangka waktu dalam berinvestasi sangat penting dilakukan. Ini berpengaruh pada pilihan aset yang akan diambil untuk mencapai tujuan finansial.

3. Alokasi aset

Target persentase pembagian dana investasi perlu dilakukan pada berbagai kelas aset sebagai bagian dari diversifikasi, seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan likuiditas pada setiap aset yang akan diinvestasikan.

4. Batasan investasi

Komponen tersebut mencakup toleransi risiko, pajak, hukum, dan batasan konsentrasi aset tertentu.

5. Manajemen risiko

Peninjauan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam manajemen risiko sehingga perlu dimasukkan dalam IPS. Ini membantu investor mengoptimalkan investasi agar tetap relevan.

Cara membuat investment policy statement

Menyusun IPS tidak begitu sulit untuk dilakukan bagi investor ritel. Berikut cara membuat investment policy statement yang dapat diikuti.

1. Menentukan tujuan investasi

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menentukan tujuan investasi yang ingin dicapai, seperti pendidikan anak atau dana pensiun. Investor perlu memutuskan target dan jangka waktu yang jelas dalam berinvestasi.

2. Mengidentifikasi kondisi finansial dan pengalaman investasi 

Setelah itu, investor dapat mengidentifikasi profil pribadi. Gambaran kondisi finansial dapat mencakup penghasilan dan aset yang dimiliki. Investor juga dapat menyertakan tingkat pengetahuan tentang investasi dan toleransi risiko yang bisa dihadapi.

3. Mengalokasikan aset target

Investor dapat mengalokasikan dana investasi pada sejumlah aset target. Alokasikan aset tetap realistis dengan profil risiko dan dapat membantu Anda dalam mencapai target.

4. Menguraikan strategi investasi

Strategi investasi merujuk pada diversifikasi portofolio. Tentukan persentase pembagian dana investasi sesuai dengan kebutuhan.

5. Menentukan parameter pemantauan

Terakhir, Anda dapat menentukan parameter pemantauan portofolio investasi. Buat batasan dan aturan evaluasi portofolio agar tetap relevan dengan tujuan. Peninjauan sebaiknya dilakukan sekali setahun.

Template investment policy statement sederhana

Untuk memahami cara membuat investment policy statement, berikut contoh template IPS sederhana yang dapat digunakan oleh investor.

  • Nama investor: (nama)
  • Tanggal IPS disusun: (tanggal/bulan/tahun)
  • Tujuan investasi: (pendidikan anak, membeli rumah, atau dana pensiun)
  • Jangka waktu: (5, 10, atau 20 tahun)
  • Profil risiko: (konservatif, moderat, atau agresif)
  • Alokasi aset: (70 persen saham, 20 persen obligasi, 10 persen reksa dana)
  • Rebalancing: (Setahun sekali atau alokasi aset bergeser lebih dari 5 persen)
  • Batas likuiditas: (minimal 6 bulan pengeluaran tetap)
  • Batasan tertentu: (berinvestasi pada industri ESG atau tidak berinvestasi pada sektor tembakau)

Manfaat membuat investment policy statement

Keberadaan IPS sangat membantu investor sebagai pedoman investasi sehingga tetap pada jalur yang diharapkan. Berikut beberapa manfaat membuat investment policy statement bagi investor.

1. Panduan strategis

Dokumen IPS berguna sebagai panduan strategis bagi investor. Ini memberikan tujuan, batasan, dan aturan yang jelas dalam berinvestasi.

2. Menyinkronkan tujuan dan strategi investasi

IPS bukan sekadar dokumen tertulis, melainkan komponen penting untuk memastikan seluruh keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan keuangan dan profil risiko.

3. Meningkatkan disiplin investasi

Dengan tujuan dan strategi yang jelas, investasi dapat dilakukan lebih disiplin. Hal ini sangat membantu investor mengambil keputusan lebih bijak.

4. Meminimalkan keputusan impulsif

Keputusan impulsif sering kali membawa kerugian bagi investor. Dengan IPS, investor dapat mencegah keputusan berdasarkan emosi akibat panik saat pasar turun atau euforia saat naik.

5. Alat evaluasi kinerja investasi

IPS dapat dimanfaatkan sebagai alat evaluasi untuk meninjau performa portofolio dan strategi investasi sudah optimal atau perlu disesuaikan. 

Itu dia pengertian hingga cara membuat investment policy statement yang dapat dijadikan alat bantu untuk menjaga kedisiplinan dalam berinvestasi. Semoga bermanfaat!

FAQ seputar investment policy statement

Apa tujuan utama pembuatan investment policy statement?

IPS bertujuan untuk membantu investor tetap pada rencana jangka panjang, memberikan kerangka kerja yang konsisten, dan menghindari keputusan impulsif di tengah dinamika pasar.

Siapa yang membutuhkan investment policy statement?

IPS direkomendasikan digunakan oleh institusi dalam mengelola dana perusahaan hingga investor ritel untuk menaja kedisiplinan investasi.

Kapan investment policy statement harus ditinjau?

Dokumen tersebut sebaiknya ditinjau minimal setahun sekali untuk mengevaluasi tujuan dan toleransi risiko tetap relevan.

Share
Topics
Editorial Team
Tubagus Imam Satrio
EditorTubagus Imam Satrio
Follow Us

Latest in Market

See More