Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Negosiasi Iran-AS Gagal, IHSG Diproyeksi Terkoreksi Lagi Awal Pekan

Negosiasi Iran-AS Gagal, IHSG Diproyeksi Terkoreksi Lagi Awal Pekan
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada Senin (13/4), setelah ditutup naik 2,07 persen pada akhir pekan lalu.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, hal itu seiring dengan berakhirnya negosiasi nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan tanpa kesepakatan. JD Vance pun menegaskan, Iran belum berkomitmen menghentikan pengayaan uranium.

"Di saat yang sama, eskalasi konflik Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan meningkat akibat serangan lintas perbatasan yang menimbulkan korban jiwa," kata Reza dalam riset hariannya.

Reza memproyeksikan IHSG, yang saat ini berada di area resisten psikologis 7.500, akan mengalami profit taking setelah rebound selama sepekan terakhir. Saham-saham yang ia soroti hari ini, yakni: EMTK, JPFA, dan PADI.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, meskipun terjadinya koreksi IHSG, namun tren bullish consolidation masih berlaku. Di sisi lain, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, sementara volume meningkat.

Sentimen kegagalan dalam mencapai kesepakatan dalam perundingan AS-Iran disebut dapat memberikan katalis positif bagi saham-saham sektor komoditas.

Nafan menyebut, hal-hal yang paling rumit dalam mengganjal dalam perundingan itu adalah isu Lebanon, dinamika sekutu regional Iran, isu Selat Hormuz, dinamika program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi Iran. "Setelah kegagalan ini, Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS segera memulai blokade Selat Hormuz dan mencegat kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran," katanya dalam riset hariannya.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar akan menantikan data Indeks Penjualan Riil per Februari 2026 yang diprediksikan naik dari bulan sebelumnya karena faktor Ramadan & persiapan Idulfitri 1447 H. Adapun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi sehingga mendukung outlook PDB Indonesia triwulan pertama 2026.

Nafan memperkirakan IHSG hari ini bergerak di antara support 7.400 dan 7.200, serta resisten antara 7.590 dan 7.686. Daftar saham piplihannya adalah ADRO, MEDC, dan PTBA.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Negosiasi Iran-AS Gagal, IHSG Diproyeksi Terkoreksi Lagi Awal Pekan

13 Apr 2026, 08:11 WIBMarket