Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

26 Emiten Naik Papan Utama BEI, 16 Saham Turun Kelas

26 Emiten Naik Papan Utama BEI, 16 Saham Turun Kelas
ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)

  • BEI melakukan evaluasi berkala Mei 2026 dengan hasil 26 emiten naik ke Papan Utama.

  • Sementara itu, 16 turun ke Papan Pengembangan dan dua saham teknologi pindah dari Papan Ekonomi Baru.

  • Perpindahan papan didasarkan pada kriteria tertentu seperti performa keuangan, likuiditas saham, tata kelola perusahaan, serta ukuran aset.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) merotasi papan pencatatan saham dalam evaluasi berkala Mei 2026. Hasil evaluasi tersebut menetapkan 26 emiten naik Papan Utama BEI dan 16 emiten turun ke Papan Pengembangan, serta dua saham teknologi dipindahkan dari Papan Ekonomi Baru.

Perubahan itu tertuang dalam Pengumuman No. Peng-PP-00002/BEI.PP1/05-2026, Peng-PP-00002/BEI.PP2/05-2026, dan Peng-PP-00002/BEI.PP3/05-2026 yang berlaku efektif mulai 29 Mei 2026.

BEI menjelaskan perpindahan papan dilakukan berdasarkan evaluasi atas pemenuhan sejumlah syarat, mulai dari performa keuangan, likuiditas saham, tata kelola perusahaan, hingga ukuran aset.

Papan Utama sendiri merupakan kategori tertinggi pencatatan saham di BEI dengan persyaratan yang lebih ketat dibandingkan Papan Pengembangan.

  1. Daftar emiten naik ke Papan Utama BEI

    Sejumlah emiten masuk dalam Papan Utama, mulai dari emiten petrokimia, perbankan, hingga konsumer. Berikut daftar lengkapnya:

    1. ADES — PT Akasha Wira International Tbk
    2. ALDO — PT Alkindo Naratama Tbk
    3. AMAG — PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk
    4. AMAR — PT Bank Amar Indonesia Tbk
    5. BBMD — PT Bank Mestika Dharma Tbk
    6. BSSR — PT Baramulti Suksessarana Tbk
    7. CBUT — PT Citra Borneo Utama Tbk
    8. DKFT — PT Central Omega Resources Tbk
    9. DMND — PT Diamond Food Indonesia Tbk
    10. EPMT — PT Enseval Putera Megatrading Tbk
    11. FISH — PT FKS Multi Agro Tbk
    12. GLVA — PT Galva Technologies Tbk
    13. GZCO — PT Gozco Plantations Tbk
    14. HERO — PT DFI Retail Nusantara Tbk
    15. JIHD — PT Jakarta International Hotels & Development Tbk
    16. JSPT — PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
    17. LPCK — PT Lippo Cikarang Tbk
    18. MASB — PT Bank Multiarta Sentosa Tbk
    19. MERK — PT Merck Tbk
    20. NOBU — PT Bank Nationalnobu Tbk
    21. PALM — PT Provident Investasi Bersama Tbk
    22. PORT — PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk
    23. PRAY — PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
    24. TLDN — PT Teladan Prima Agro Tbk
    25. TOTO — PT Surya Toto Indonesia Tbk
    26. TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk

  2. Daftar emiten turun ke Papan Pengembangan

    Selain emiten yang naik kelas, BEI juga memindahkan sejumlah perusahaan dari Papan Utama ke Papan Pengembangan. Berikut daftar emiten yang turun papan:

    1. BUKK — PT Bukaka Teknik Utama Tbk
    2. CSRA — PT Cisadane Sawit Raya Tbk
    3. DOID — PT BUMA Internasional Grup Tbk
    4. GTSI — PT GTS Internasional Tbk
    5. GWSA — PT Greenwood Sejahtera Tbk
    6. MCAS — PT M Cash Integrasi Tbk
    7. MINE — PT Sinar Terang Mandiri Tbk
    8. MMLP — PT Mega Manunggal Property Tbk
    9. MREI — PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk
    10. NCKL — PT Trimegah Bangun Persada Tbk
    11. PANR — PT Panorama Sentrawisata Tbk
    12. PSAT — PT Pancaran Samudera Transport Tbk
    13. RBMS — PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk
    14. SMMA — PT Sinarmas Multiartha Tbk
    15. UNIQ — PT Ulima Nitra Tbk
    16. WMUU — PT Widodo Makmur Unggas Tbk

    RBMS menjadi emiten terbaru yang masuk daftar perpindahan papan BEI pada evaluasi Mei 2026. Sebelumnya, saham tersebut belum tercantum dalam daftar yang dirilis pada tahap awal evaluasi pada 20 Mei 2026.

  3. GOTO dan BELI keluar dari Papan Ekonomi Baru

    BEI juga memindahkan dua emiten teknologi dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI).

    Papan Ekonomi Baru sendiri diluncurkan BEI pada 2022 sebagai kategori khusus bagi perusahaan berbasis teknologi dan ekonomi digital. Perpindahan tersebut dilakukan dalam rangka penyesuaian klasifikasi papan pencatatan.

  4. BEI perketat standar Papan Utama

    Berdasarkan ketentuan BEI, perusahaan yang masuk Papan Utama wajib memenuhi sejumlah syarat finansial dan operasional. Emiten harus memiliki masa operasi atau pendapatan usaha minimal 36 bulan serta mencatat laba usaha dalam satu tahun buku terakhir.

    Selain itu, perusahaan juga diwajibkan memiliki aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar, laporan keuangan audit minimal tiga tahun, serta memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk dua tahun terakhir.

    Di sisi lain, Papan Pengembangan memiliki ketentuan yang lebih longgar. Emiten masih diperbolehkan membukukan rugi usaha selama memiliki proyeksi laba dan hanya membutuhkan masa operasi minimal 12 bulan.

    FAQ seputar emiten naik ke Papan Utama BEI

    Apa itu Papan Utama BEI?

    Papan Utama merupakan kategori pencatatan tertinggi untuk emiten dengan fundamental dan tata kelola yang lebih kuat.

    Kapan perpindahan papan pencatatan berlaku efektif?

    Perubahan papan pencatatan efektif mulai 29 Mei 2026.

    Berapa jumlah emiten yang naik ke Papan Utama?

    Sebanyak 26 emiten dipromosikan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama BEI.

    Saham teknologi apa yang dipindahkan dari Papan Ekonomi Baru?

    GOTO dan BELI dipindahkan ke Papan Pengembangan.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More