Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Investor Asing Borong Global Bond Indonesia 3,4 Miliar Dolar AS

Investor Asing Borong Global Bond Indonesia 3,4 Miliar Dolar AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Jogja Financial Festival 2026 (dok. Kemenkeu/Irfan Bayu)
Intinya Sih
  • Pemerintah menerbitkan global bond senilai sekitar 3,4 miliar dolar AS dalam denominasi dolar dan euro.

  • Minat tinggi investor asing terhadap surat utang Indonesia mencerminkan kepercayaan pada prospek ekonomi nasional dan kredibilitas fiskal.

  • Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen didorong konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNEInvestor asing borong global bond Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan global dan tekanan terhadap rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menerbitkan global bond berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan euro senilai sekitar 3,4 miliar dolar AS.

Dana hasil penerbitan tersebut diperkirakan mulai masuk ke pasar domestik pekan depan dan dinilai dapat menambah suplai devisa untuk mendukung stabilitas rupiah.

“Kalau itu masuk ke sini minggu depan, itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi, saya tekankan lagi, rupiah akan menguat,” ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5).

Table of Content

Investor asing masih minati global bond Indonesia

Investor asing masih minati global bond Indonesia

Purbaya menjelaskan penerbitan global bond terdiri atas obligasi dolar AS sekitar 2 miliar dolar AS dan obligasi euro sekitar 1,25 miliar dolar AS. Surat utang tersebut diterbitkan dengan tenor lima tahun dan 10 tahun.

Menurutnya, respons positif investor global terhadap penerbitan surat utang Indonesia menjadi indikator penting bahwa pasar internasional masih menilai ekonomi Indonesia memiliki prospek yang kuat.

Hal tersebut tercermin dari pergerakan yield global bond Indonesia yang dinilai tetap stabil meski pasar global menghadapi ketidakpastian tinggi.

Yield-nya tuh enggak naik, artinya mereka (investor asing) menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat,” kata Purbaya.

Ia menegaskan ketertarikan investor asing terhadap surat utang Indonesia menunjukkan pengakuan terhadap kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah di tengah gejolak ekonomi dunia.

“Global bond kita tetap diminati karena investor melihat fondasi ekonomi Indonesia kuat dan kredibel,” ujarnya.

Ekonomi tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026

Pemerintah menyoroti sejumlah indikator makroekonomi yang dinilai menopang minat investor asing terhadap aset keuangan Indonesia. Salah satunya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tercatat sebesar 5,61 persen.

Purbaya mengatakan pertumbuhan tersebut didorong konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah yang bergerak secara bersamaan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari strategi ekonomi yang dirancang secara terukur.

“Itu bukan over optimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana,” ujar Purbaya.

Purbaya menyebut pemerintah terus memperbaiki kondisi pasar domestik setelah sempat menghadapi tekanan sentimen global sejak akhir tahun lalu, termasuk terkait isu MSCI.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menilai posisi fiskal Indonesia masih relatif terjaga. Hingga akhir April 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,64 persen terhadap produk domestik bruto.

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa manage anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” ujar Purbaya.

Pemerintah dorong likuiditas dan investasi

Srategi pertumbuhan ekonomi ke depan akan ditopang dua mesin utama, yakni belanja pemerintah dan penguatan sektor swasta. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah memperkuat likuiditas perbankan agar penyaluran kredit ke sektor produktif meningkat.

Pemerintah menyebut dana sekitar Rp200 triliun dipindahkan dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit.

“Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian,” kata Purbaya.

Selain itu, dibentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi guna mempercepat penyelesaian hambatan investasi dan perizinan.

“Semua pelaku bisnis boleh melaporkan kendalanya ke satgas, dan setiap minggu kita adakan sidang untuk membereskannya,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah sekitar 5–6 persen bagi perusahaan berorientasi ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

FAQ seputar investor asing borong global bond Indonesia

Apa itu global bond Indonesia?

Global bond Indonesia adalah surat utang pemerintah yang diterbitkan di pasar internasional dalam mata uang asing.

Berapa nilai global bond yang diterbitkan pemerintah?

Pemerintah menerbitkan global bond sekitar 3,4 miliar dolar AS dalam denominasi dolar AS dan euro.

Mengapa investor asing membeli global bond RI?

Investor menilai fundamental ekonomi Indonesia dan pengelolaan fiskalnya masih kuat dan kredibel.

Bagaimana dampak global bond terhadap rupiah?

Masuknya dana hasil penerbitan global bond dinilai dapat menambah suplai devisa dan mendukung penguatan rupiah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More