Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkeu Akan Dorong Rupiah ke Arah Rp15.000 per Dolar AS

Menkeu Akan Dorong Rupiah ke Arah Rp15.000 per Dolar AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Jogja Financial Festival 206 (instagram.com/menkeuri)
Intinya Sih
  • Pemerintah menargetkan penguatan rupiah ke level Rp15.000 per dolar AS.

  • Langkah intervensi di pasar obligasi berhasil menurunkan yield surat utang negara serta menarik kembali minat investor asing.

  • Kebijakan DHE SDA dan penerbitan global bond senilai 3,4 miliar dolar AS diharapkan menambah pasokan devisa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mendorong penguatan nilai tukar rupiah menuju level Rp15.000 per dolar AS. Pernyataan itu disampaikan saat rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS.

“Kita akan dorong rupiah ke arah Rp15.000. Kalau kata Pak Presiden, Purbaya senyum, ekonomi aman. Ini senyum terus nih,” ujar Purbaya dalam Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5).

Purbaya mengatakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas rupiah, mulai dari intervensi di pasar obligasi hingga penguatan pasokan devisa melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Table of Content

Pemerintah masuk pasar obligasi

Pemerintah masuk pasar obligasi

Purbaya menjelaskan pemerintah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas imbal hasil atau yield surat utang negara agar tidak melonjak di tengah pelemahan rupiah. Langkah tersebut dilakukan melalui pembelian obligasi di pasar sekunder.

Menurutnya, strategi itu mulai menunjukkan dampak terhadap pasar keuangan domestik. Meski rupiah masih tertekan, yield obligasi pemerintah disebut mengalami penurunan dalam satu pekan terakhir.

“Ini sudah berdampak. Jadi walaupun rupiah melemah, yield obligasi, bunga obligasi cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita investasi di sana,” kata Purbaya.

Ia menyebut penurunan yield turut membantu menjaga minat investor asing terhadap aset keuangan Indonesia. Dari catatan pemerintah, investor asing mulai kembali masuk ke pasar sekunder maupun pasar primer surat utang negara.

“Kalau kita lihat dampaknya sudah signifikan juga, investor asing sudah masuk ke pasar sekunder kita, sudah masuk juga ke pasar primer,” ujarnya.

Purbaya mengatakan arus modal asing yang masuk ke pasar obligasi domestik telah mendekati Rp2 triliun. Menurutnya, stabilitas yield menjadi faktor penting agar arus modal keluar dapat ditekan.

“Kita juga membantu nilai tukar dari sisi pemerintah. Saya masuk ke pasar obligasi supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi. Artinya, asing nggak akan terus keluar dari Indonesia karena rugi,” katanya.

DHE SDA disebut tambah pasokan devisa

Selain intervensi di pasar obligasi, pemerintah juga mengandalkan implementasi aturan baru DHE SDA yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026 untuk memperkuat pasokan devisa domestik.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, eksportir diwajibkan menempatkan 100 persen devisa hasil ekspor di perbankan nasional. Untuk sektor nonmigas, dana itu wajib ditahan selama 12 bulan di rekening khusus, sedangkan sektor migas wajib menahan 30 persen selama tiga bulan.

Purbaya menilai kebijakan tersebut akan meningkatkan suplai dolar AS di dalam negeri dan mendukung penguatan rupiah pada semester II-2026.

“Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh tambahan pasokan devisa dari penerbitan global bond berdenominasi dolar AS dan euro senilai sekitar 3,4 miliar dolar AS pada pekan ini.

Purbaya mengatakan dana hasil penerbitan obligasi global itu diperkirakan mulai masuk ke pasar domestik pada pekan depan.

“Kalau itu masuk ke sini minggu depan, itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi, saya tekankan lagi, rupiah akan menguat,” katanya.

Fundamental ekonomi dinilai tetap kuat

Pemerintah menilai minat investor asing terhadap global bond Indonesia menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap kondisi ekonomi domestik masih terjaga di tengah volatilitas global.

Purbaya menilai yield global bond Indonesia tetap stabil meski pasar menghadapi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global.

Yield-nya tuh enggak naik, artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat,” ujar dia.

Pemerintah juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tercatat sebesar 5,61 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.

“Itu bukan over optimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana,” kata Purbaya.

Hingga akhir April 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah menilai posisi fiskal yang terjaga turut mendukung stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tekanan eksternal terhadap rupiah.

FAQ seputar Menkeu Purbaya akan dorong rupiah ke arah Rp15.000

Apa target rupiah yang disampaikan Menkeu Purbaya?

Purbaya menyebut pemerintah akan mendorong rupiah ke arah Rp15.000 per dolar AS.

Apa langkah pemerintah untuk menjaga rupiah?

Pemerintah melakukan intervensi pasar obligasi dan memperkuat pasokan devisa melalui kebijakan DHE SDA.

Berapa dana asing yang disebut mulai masuk ke pasar Indonesia?

Purbaya menyebut arus modal asing yang masuk mendekati Rp2 triliun.

Apa dampak aturan baru DHE SDA?

Aturan tersebut diharapkan menambah suplai devisa dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More