Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Soft landing dan Hard Landing: Pengertian, Penyebab, dan Perbedaan

Soft landing dan Hard Landing: Pengertian, Penyebab, dan Perbedaan
ilustrasi ekonomi (pexels.com/Iam Hogir)
Intinya Sih
  • Soft landing menggambarkan keberhasilan bank sentral memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi secara bertahap tanpa memicu resesi.

  • Hard landing terjadi saat pengetatan suku bunga terlalu agresif hingga menyebabkan perlambatan tajam dan resesi.

  • Perbedaan utama keduanya terletak pada laju pengendalian inflasi, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, serta stabilitas pasar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Soft landing dan hard landing adalah dua istilah yang kerap dipakai untuk menggambarkan dampak kebijakan bank sentral dalam mengendalikan inflasi. Keduanya merujuk pada kondisi ekonomi setelah bank sentral menaikkan suku bunga untuk menekan kenaikan harga dan menjaga stabilitas ekonomi.

Lantas, apa itu soft landing dan hard landing? Simak pengertian, penyebab, perbedaan, serta dampaknya terhadap perekonomian dan pasar keuangan dalam artikel berikut.

Table of Content

Apa itu soft landing?

Apa itu soft landing?

Istilah soft landing atau pendaratan mulus lebih familier digunakan dalam dunia aviasi. Istilah tersebut merujuk pada jenis pendaratan pesawat terbang yang berjalan mulus.

Dalam konteks ekonomi, istilah soft landing adalah kondisi ketika bank sentral berhasil memperlambat laju pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi secara bertahap, tanpa memicu resesi.

Penggunaan istilah tersebut dipopulerkan oleh mantan ketua The Fed, Alan Greenspan. Ia dinilai berhasil mewujudkan soft landing pada 1994–1995.

Saat itu, Greenspan menaikkan suku bunga menjadi 6 persen dengan 7 kali kenaikan dan laju inflasi berhasil dipertahankan di level 3 persen.

Apa itu hard landing?

Hard landing adalah perlambatan ekonomi yang terlalu cepat dan tajam usai pertumbuhan pesat. Kondisi ini terjadi ketika kebijakan pengetatan suku bunga oleh bank sentral dilakukan terlalu agresif, sehingga menciptakan resesi.

Dalam sejarah ekonomi, kondisi hard landing pernah terjadi di Amerika Serikat pada 2007. Kebijakan pengetatan suku bunga oleh The Fed untuk meredam gelembung perumahan (subprime mortgage) justru memicu krisis keuangan.

Memahami konsep soft landing dan hard landing dapat membantu investor membaca arah kebijakan bank sentral. Jika ingin memperdalam analisis makroekonomi dan strategi investasi, ikuti Fortune Investment Forum 2026.

Fortune Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.

Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

Benefit yang didapatkan:

  • Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka
  • Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset
  • Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri
  • Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)
  • Langganan Majalah Fortune selama satu tahun
  • Makan siang dan 2 kali coffee break
  • Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.

Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026

Penyebab soft landing dan hard landing

Penyebab soft landing 

  • Bank sentral menaikkan suku bunga acuan secara hati-hati dan terukur.
  • Transisi ekonomi memiliki ruang bagi pelaku bisnis untuk menyesuaikan diri.
  • Kebijakan moneter ketat efektif meredam laju inflasi ke target yang diinginkan tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
  • Bank sentral mampu mengidentifikasi siklus ekonomi dengan tepat berdasarkan data akurat.
  • Permintaan dan penawaran tenaga kerja tetap seimbang. 

Penyebab hard landing

  • Pengetatan moneter terlalu agresif oleh bank sentral.
  • Perekonomian terlalu bergantung pada kebijakan ekspansif, sehingga tidak siap saat likuiditas mendadak ditarik.
  • Pelaku usaha dan investor sulit beradaptasi menuju fase perlambatan ekonomi. 
  • Suku bunga tinggi menahan masyarakat untuk berbelanja dan ekspansi bisnis.
  • Krisis geopolitik, lonjakan harga komoditas global, dan tantangan di sektor ekonomi berpotensi mempercepat perlambatan ekonomi yang drastis.

Perbedaan soft landing dan hard landing

Soft landing dan hard landing bisa dikatkan sebagai dua kondisi yang saling bertolak belakang. Berikut beberapa perbedaan soft landing dan hard landing yang perlu dipahami.

  • Pengendalian inflasi

Skenario ekonomi soft landing berhasil diwujudkan dengan menaikkan suku bunga terukur, sehingga inflasi tetap terkendali. Sebaliknya, pengendalian inflasi hard landing dilakukan secara agresif melalui pengetatan moneter.

  • Pertumbuhan ekonomi

Soft landing menunjukkan perlambatan ekonomi yang bergerak ke arah positif dan stabil. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi justru jatuh hingga negatif dalam hard landing.

  • Tingkat pengangguran

Pada skenario soft landing, tingkat pengangguran tetap stabil dan kondisi pasar tenaga kerja solid. Hard landing ditandai dengan lonjakan tajam pada jumlah pengangguran akibat PHK massal.

  • Dampak pasar

Dari sisi dampaknya, soft landing cenderung positif dan stabil. Pasar saham dan kegiatan bisnis tetap bertahan tanpa tekanan berat.

Hard landing dapat berdampak signifikan pada ekonomi. Pasar modal berpotensi anjlok dan aksi jual saat investor memilih untuk mengalihkan dana ke aset lindung nilai. Pelaku bisnis juga berisiko bangkrut karena ekonomi melemah.

  • Pemulihan

Fase transisi soft landing biasanya berlangsung lebih cepat karena stabilitas ekonomi terjaga. Sebaliknya, hard landing membutuhkan waktu dan dukungan stimulus besar demi menuju kondisi yang lebih stabil.

Jadi, itulah pengertian dan perbedaan soft landing dan hard landing. Soft landing menggambarkan perlambatan ekonomi yang berlangsung secara bertahap tanpa memicu resesi.

Di satu sisi, hard landing terjadi ketika pengetatan suku bunga terlalu agresif sehingga menyebabkan kontraksi ekonomi atau resesi.

FAQ seputar soft landing dan hard landing

Apa perbedaan antara soft landing dan hard landing?

Soft landing adalah perlambatan ekonomi secara terkendali demi demi menurunkan laju inflasi tanpa memicu resesi. Sebaliknya, hard landing adalah penurunan aktivitas ekonomi yang tajam dan mendadak, yang sering kali menyebabkan resesi.

Apa saja indikator utama yang dipantau untuk membedakan keduanya?

Perbedaan antara soft landing dan hard landing ditentukan oleh tiga indikator utama, yaitu pertumbuhan PDB, tingkat pengangguran, dan inflasi.

Mengapa soft landing sulit dicapai oleh bank sentral?

Ada beberapa alasan kondisi tersebut sulit tercapai, seperti adanya jeda waktu kebijakan, tantangan mengukur momentum ekonomi secara akurat, dan risiko mempercepat resesi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More