Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Prudential Pacu Literasi Finansial Generasi Muda Via Levela

Prudential Pacu Literasi Finansial Generasi Muda Via Levela
58% Gen Z Cenderung Konsumtif, Prudential Hadirkan Levela Atasi Kebiasaan Boros/Dok Prudential Indonesia
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Levela adalah platform edukasi keuangan digital gratis untuk usia 18–25 guna menekan perilaku konsumtif Gen Z di tengah biaya hidup tinggi.

  • Data IDN Research Institute menunjukkan 58 persen Gen Z cenderung konsumtif dengan penggunaan BNPL untuk gaya hidup, sementara survei PwC mengungkap separuh konsumen mulai menekan pengeluaran karena ekonomi memburuk.

  • Levela menawarkan enam pilar pembelajaran finansial interaktif agar generasi muda lebih bijak mengelola uang, didukung Ruangguru dan Prestasi Junior Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Guna membendung lonjakan tabiat konsumtif generasi muda di tengah impitan biaya hidup, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama Prudence Foundation meluncurkan Levela. Wahana edukasi keuangan digital tanpa pungutan biaya ini disiapkan bagi kalangan usia 18-25 agar lebih cermat serta percaya diri dalam mengambil keputusan finansial sehari-hari.

Menurut data Indonesia Millennial and Gen Z Report 2025 oleh IDN Research Institute, 58 persen Gen Z ditengarai cenderung konsumtif dan aktif memburu tren. Gayut dengan hal itu, fasilitas buy now, pay later (BNPL) acap kali dimanfaatkan demi memuaskan hasrat gaya hidup, seperti perjalanan dan hiburan (54 persen), produk fesyen (42 persen), serta pembelian gawai terbaru (43 persen).

Kendati demikian, gejala konsumerisme ini berbenturan dengan realitas makro yang mencemaskan. Survei PwC Voice of the Consumer 2025 memaparkan 50 persen konsumen di Tanah Air kian masygul memikirkan kondisi ekonomi serta melambungnya biaya hidup.

Alhasil, mereka terpaksa memangkas alokasi konsumsi dan beralih ke pilihan yang lebih terjangkau.

Menyikapi fenomena pelik tersebut, Kelly Patricia, Perencana Keuangan bersertifikat WMI dan QWP, mengatakan kebiasaan boros ini mesti ditangkal sejak dini melalui penetrasi pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan.

Menurut dia, sebelum memikul beban cicilan, kaum muda wajib memastikan bahwa komoditas yang dibeli betul-betul menopang aktivitas produktif. Kelly mencontohkan seorang fotografer yang membutuhkan kamera untuk bekerja.

“Jangan langsung beli. Hitung dulu berapa penghasilan yang bisa dihasilkan dan apakah cukup untuk membayar cicilan,” kata Kelly melalui keterangan tertulis yang dikutip Jumat (9/7).

Pihaknya menggarisbawahi, saripati utang produktif sejatinya tidak bertumpu pada jenis barang yang dibeli. Tolok ukurnya adalah apakah aset tersebut mampu menelurkan arus kas untuk menutup kewajiban cicilan.

Kondisi ini dirasa kian relevan bagi generasi muda yang dituntut mulai mengambil pelbagai keputusan keuangan sejak usia belia.

Inovasi platform digital ini sekaligus diproyeksikan untuk mempersiapkan generasi muda future-ready yang cakap berpikir kritis dalam pengelolaan keuangan di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini.

Selaras dengan tantangan tersebut, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengemukakan Gen Z merupakan kaum digital native yang menggantungkan urusan keseharian—termasuk tata kelola dana—pada keampuhan teknologi.

Berpijak pada semangat Society 5.0 yang mendorong utilisasi teknologi demi mendongkrak mutu kehidupan, pihak maskapai asuransi ini hadir lewat jalur digital yang dinilai paling mangkus untuk mendukung literasi keuangan dan perlindungan kaum muda.

“Melalui pembelajaran yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Levela membantu generasi muda membangun kebiasaan perencanaan dan pengelolaan keuangan secara bijak sejak dini,” kata Karin.

Secara teknis, platform Levela menyajikan kurikulum sederhana, interaktif, dan mudah diterapkan yang dapat diakses melalui aplikasi seluler maupun situs web. Para pemakai, seperti Gen Z yang baru memulai karier, mahasiswa yang sedang memasuki masa dewasa, hingga profesional muda disuguhi enam pilar bahasan utama.

Materi tersebut mencakup keterampilan menyusun anggaran, menabung, mengelola utang, memahami pentingnya perlindungan melalui asuransi, menyusun rencana keuangan sesuai tujuan hidup, hingga mencegah penipuan (fraud) digital.

Di dalam negeri, implementasi perluasan jangkauan Levela turut disokong oleh Ruangguru serta Prestasi Junior Indonesia (Junior Achievement Indonesia) untuk menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More