Kredit Macet Pinjol Masih Tinggi, 18 Penyelenggara Lampaui Batas TWP90

- OJK mencatat pembiayaan pinjol mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026, tumbuh 25,60 persen secara tahunan meski kualitas kredit masih jadi tantangan.
- Tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) turun ke 4,42 persen, namun masih ada 18 penyelenggara melampaui batas sehat dan 10 dalam pengawasan khusus.
- OJK menegaskan penerapan prinsip kehati-hatian serta persetujuan lender wajib sebelum hapus buku, sementara laba industri naik 37,43 persen menjadi Rp1,08 triliun.
Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan industri pinjaman daring (pindar)/pinjaman online (pinjol) masih cukup tinggi. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML), Agusman, mengatakan outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026, meningkat 25,60 persen secara tahunan.
Di sisi lain, rasio TWP90 industri berada di level 4,42 persen pada Mei 2026. Angka tersebut membaik dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 4,62 persen, meski masih mencerminkan tantangan dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
"Pertumbuhan pembiayaan tetap perlu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko serta kualitas credit scoring agar kualitas portofolio tetap terjaga," kata Agusman dalam jawaban tertulis, Jumat (10/7).
OJK juga mencatat, masih terdapat 18 penyelenggara pindar dengan tingkat TWP90 di atas ambang batas sehat dan 10 Penyelenggara dalam status Pengawasan Khusus. Namun demikian, Agusman tidak mengungkapkan perusahaannya.
Sementara apabila penyelenggara pinjol ingin melakukan hapus buku (write-off) untuk memperbaiki kualitas pembiayaan bermasalah, Agusman menekankan bahwa langkah tersebut hanya dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pemberi dana (lender).
OJK mengungkapkan, sejumlah wilayah dengan pembiayaan tertinggi pada Mei 2026 meiputi DI Yogyakarta sebesar 18,43 persen secara tahunan, disusul Papua Selatan 8,02 persen dan Papua Pegunungan naik 7,43 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan TWP90 tertinggi tercatat di DKI Jakarta mencapai 11,23 persen, Jawa Timur di level 4,85 persen, dan Nusa Tenggara Barat 3,87 persen.
Meski kualitas pembiayaan masih menjadi tantangan, industri pindar tetap membukukan kinerja positif. Laba industri pada Mei 2026 tercatat mencapai Rp1,08 triliun atau meningkat 37,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


















