Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

DBS: Pendapatan Private Client Naik 34%, Didorong Fee Based Income

DBS: Pendapatan Private Client Naik 34%, Didorong Fee Based Income
Consumer Banking Director DBS Indonesia, Melfrida Gultom.Dok Fortune Indonesia
Intinya Sih
5W1H
  • DBS Indonesia mencatat kenaikan pendapatan segmen Private Client sebesar 34%, didorong lonjakan fee based income dari produk investasi dan asuransi yang tumbuh sekitar 65%.
  • Aset kelolaan (AUM) Private Client meningkat 13%, dengan pertumbuhan AUM per nasabah mencapai 15% meski industri menghadapi tantangan likuiditas ketat.
  • Laba bersih setelah pajak DBS Private Client naik 24%, sementara preferensi investasi nasabah bergeser ke instrumen defensif seperti obligasi pemerintah di tengah suku bunga tinggi dan ketidakpastian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan kinerja positif pada segmen DBS Private Client sepanjang 2025 hingga 2026. Pendapatan (income) segmen tersebut meningkat 34 persen ditopang terutama oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari produk investasi dan asuransi.

Consumer Banking Director DBS Indonesia, Melfrida Gultom mengatakan, pertumbuhan fee based income mencapai sekitar 65 persen.

Selain pendapatan, DBS juga mencatat pertumbuhan asset under management (AUM) segmen Private Client sebesar 13 persen pada periode yang sama.

“Saya mau emphasize bahwa ini adalah private client, karena growth-nya 13 persen kita spesifik untuk private, which is priority segment,” ujar Melfrida dalam media briefing DBS Insight Forum 2026, di Jakarta, Rabu (15/7).

DBS juga mencatat kenaikan 15 persen pada total AUM per nasabah. Melfrifa mengatakan capaian tersebut diraih meskipun industri perbankan menghadapi tantangan likuiditas yang ketat, sehingga mendorong industri perbankan memperbesar aset kelolaan, serta menambah jumlah nasabah.

“Tahun 2025 sampai dengan 2026, challenge kita salah satunya adalah DPK, karena liquidity itu sangat tight, kita jadi sama-sama dengan bank-bank lain juga untuk meningkatkan AUM kita, menambah jumlah customer, kita bisa mendapatkan 15 persen kenaikan untuk total AUM per customer,” kata Melfrida.

Dari sisi profitabilitas, DBS Private Client membukukan pertumbuhan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebesar 24 persen.

Di samping itu, DBS Indonesia melihat preferensi investasi nasabah bergeser ke instrumen yang lebih defensif di tengah tingginya suku bunga dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Menurutnya, nasabah dengan profil risiko konservatif lebih memilih instrumen yang menawarkan stabilitas, seperti obligasi pemerintah, termasuk ORI dan surat utang negara dengan tenor yang lebih pendek untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.

Sementara itu, nasabah dengan profil risiko yang moderate akan memilih structured products dan obligasi pemerintah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More