Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

IHSG Diproyeksi Rebound Terbatas Jelang Libur Idul Adha

IHSG Diproyeksi Rebound Terbatas Jelang Libur Idul Adha
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
Intinya Sih
  • IHSG diproyeksi rebound terbatas di kisaran 6.100–6.300 menjelang libur Idul Adha, dengan pergerakan pasar masih volatile akibat faktor global dan aksi profit taking.
  • Sentimen positif datang dari penundaan kebijakan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia hingga 2027 serta penerbitan surat utang valas senilai US$3,4 miliar untuk memperkuat rupiah.
  • Pemerintah menyiapkan uji coba PP No.21/2026 tentang retensi DHE SDA mulai Juni 2026, dengan aturan ketat bagi sektor migas dan nonmigas guna menjaga pasokan valuta asing domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat kembali rebound secara terbatas pada Selasa (26/5), setelah ditutup naik 0,72 persen ke level 6.206.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di area support 5.900-6.100. Indeks acuan itu diperkirakan berpotensi menuju area resisten di antara 6.250-6.300.

"Namun, pergerakan pasar masih cenderung volatile seiring pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi Iran-AS, rebalancing MSCI, serta potensi profit taking jelang libur panjang bursa," kata Reza dalam riset hariannya.

Kemarin, IHSG menguat walaupun masih mencatatkan aksi jual asing senilai Rp1,07 triliun. Penguatan ditopang sektor perbankan, sedangkan pasar mencermati perkembangan negosiasi damai Iran dan AS, yang berpotensi meredakan tekanan geopolitik global.

Dari domestik, penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) hingga 2027 turut memberi sentimen positif bagi pasar.

Daftar saham yang masuk pantauan tim BRIDS hari ini adalah SUPA, HRTA, dan MAPA.

Phintraco Sekuritas juga memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berada di rentang 6.100-6.300. Tim risetnya menilai, secara teknikal, IHSG sempat menembus level MA5, namun ditutup di bawah level tersebut. Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold.

Pemerintah akan menerbitkan surat utang negara berdenominasi valuta asing senilai ekuivalen US$3,4 miliar, yang antara lain bertujuan mendorong apresiasi nilai tukar rupiah. Instrumen surat utang tersebut diterbitkan dalam dua denominasi mata uang utama, yaitu US$2 miliar dalam dolar AS dan dalam denominasi euro mencapai €1.25 miliar. Penerbitan utang valas tersebut diharapkan meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri.

Namun di pasar spot rupiah ditutup melemah 0.15% di level Rp17.744 per dolar AS (25/5). "Depresiasi Rupiah akhir-akhir ini lebih disebabkan karena kekhawatiran akan prospek ekonomi Indonesia serta berkurangnya kepercayaan investor," kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Sentimen lain datang dari uji coba implementasi PP No.21/2026 tentang kewajiban retensi DHE SDA, yang akan dimulai pada awal Juni 2026. Pemerintah menyebut, tujuan langkah itu juga untuk mengamankan pasokan valas di dalam negeri.

Kewajiban penempatan DHE SDA kini diharuskan hanya kepada bank himbara. Untuk retensinya diperketat, yaitu minimal 30 persen selama 3 bulan untuk industri migas dan retensi 100 persen selama 12 bulan untuk industri non-migas. Batas konversi DHE valas ke rupiah maksimal 50 persen.

Namun, AS justru akan dikecualikan dari PP itu karena Indonesia memiliki perjanjian ART dengan AS, meskipun belum diratifikasi. "Hal ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitasnya, serta di lain pihak berpotensi membatasi ekspansi pengusaha," demikian menurut tim riset Phintraco.

Daftar saham yang masuk radar pantauan Phintraco Sekuritas hari ini, meliputi: BBCA, ADMR, ASII, PGAS, dan EXCL.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More