Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

IHSG Sesi 2 Anjlok ke Level 6.104, Saham Konglomerasi Kompak Rontok

IHSG Sesi 2 Anjlok ke Level 6.104, Saham Konglomerasi Kompak Rontok
ilustrasi grafik saham (pexels.com/Alesia Kozik)
Intinya Sih

  • IHSG sesi II anjlok lebih dari 3 persen ke level 6.104, mendekati level psikologis 6.000 yang menjadi titik terendah sejak April 2025.

  • Saham-saham konglomerasi seperti Grup Barito, Sinarmas, dan emiten besar lainnya mengalami koreksi tajam.

  • Kenaikan suku bunga BI hingga pelemahan rupiah memperburuk sentimen investor dan menekan aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNEIHSG sesi 2 anjlok pada perdagangan Kamis (21/5) di tengah tekanan jual besar-besaran yang melanda mayoritas saham berkapitalisasi besar. Hingga pukul 15.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.090 setelah sempat menyentuh area 6.080 pada awal sesi II.

Pelemahan indeks dipicu kombinasi sentimen domestik dan global, mulai dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), arus keluar dana asing terkait rebalancing indeks MSCI dan FTSE, hingga tekanan pada saham-saham konglomerasi.

Kondisi tersebut membuat IHSG bergerak mendekati level psikologis 6.000, salah satu titik terendah sejak April 2025.

Table of Content

IHSG sesi II dibuka anjlok lebih dari 3 persen

IHSG sesi II dibuka anjlok lebih dari 3 persen

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sesi II dibuka turun 214 poin atau 3,38 persen ke level 6.104. Pelemahan kemudian berlanjut hingga indeks sempat menyentuh area 6.080.

Sebelumnya pada penutupan sesi I, IHSG telah melemah 174,14 poin atau 2,76 persen ke level 6.144. Sampai pukul 13.35 WIB, indeks tercatat turun lebih dalam sebesar 3,71 persen ke posisi 6.083,89.

Nilai transaksi pasar mencapai Rp10,78 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,95 miliar saham. Sebanyak 674 saham terkoreksi, 98 saham menguat, dan 187 saham stagnan.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham. Sektor material dasar memimpin pelemahan dengan penurunan 7,44 persen, diikuti sektor energi 6,01 persen, sektor konsumer primer 5,10 persen, sektor infrastruktur 5,09 persen, sektor transportasi 4,69 persen, dan sektor industri 4,49 persen.

Investor juga mulai mencermati potensi penghentian sementara perdagangan atau trading halt apabila pelemahan indeks mencapai 8 persen dalam satu sesi perdagangan.

Saham Grup Barito jadi pemberat utama IHSG

Tekanan terbesar terhadap indeks datang dari saham-saham afiliasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,74 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 10,18 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah 9,23 persen, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 7,62 persen.

Selain saham Grup Barito, pelemahan juga terjadi pada sejumlah saham big cap lain seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 5,33 persen serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 6,31 persen.

Tekanan turut melanda saham emiten yang terafiliasi dengan sejumlah konglomerasi lain, termasuk grup Sinarmas, emiten Boy Thohir, hingga Happy Hapsoro.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham masih mencatat penguatan signifikan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) naik 29,33 persen menjadi Rp194, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) menguat 24,81 persen menjadi Rp1.610, dan PT Inter Delta Tbk (INTD) naik 24,35 persen menjadi Rp286.

Sentimen suku bunga dan rupiah membebani pasar

Dari sisi domestik, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen ikut menekan sentimen pasar. Kebijakan tersebut dinilai meningkatkan biaya pendanaan dan memperketat likuiditas di tengah kondisi pasar yang masih volatil.

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah yang bergerak di kisaran Rp17.600 per dolar AS memicu kekhawatiran investor terhadap potensi capital outflow dari pasar keuangan domestik.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut tekanan bearish di pasar saham domestik masih cukup kuat. Secara teknikal, IHSG kini bergerak di bawah garis moving average 200 hari (MA-200), yang menunjukkan tren penurunan masih dominan.

Dalam risetnya, BRI Danareksa memperkirakan area resistance IHSG berada di level 6.635 dengan support terdekat di kisaran 6.220. Jika tekanan jual berlanjut, pasar akan mencermati area gap di level 6.100 hingga major support di sekitar 5.900.

Sentimen global tambah tekanan ke pasar saham

Dari eksternal, risalah rapat Federal Reserve (FOMC) menunjukkan bank sentral AS masih mempertahankan sikap hawkish di tengah risiko inflasi global yang meningkat akibat konflik Iran.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi global akan bertahan lebih lama dan menekan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di tengah pelemahan pasar, Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan optimisme terhadap fundamental ekonomi domestik dan pasar modal Indonesia.

“Oh iya, kan kemarin waktu ada kunjungan dari DPR dan Danantara ke sini juga sudah disampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang. Dan kita sama-sama meyakini bahwa fundamental ekonomi ke depan akan makin baik,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (21/5).

Pada perdagangan sehari sebelumnya, investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp249,17 miliar di seluruh pasar, dengan net buy terbesar pada saham VKTR, BUMI, dan BMRI.

FAQ seputar IHSG sesi 2 anjlok

Mengapa IHSG sesi 2 anjlok pada 21 Mei 2026?

IHSG turun akibat kombinasi sentimen negatif domestik dan global, termasuk kenaikan suku bunga BI dan tekanan saham konglomerasi.

Saham apa yang paling membebani IHSG?

Saham Grup Barito seperti TPIA, BRPT, BREN, dan CUAN menjadi pemberat utama indeks.

Berapa posisi IHSG pada pukul 15.00 WIB?

IHSG berada di level 6.090,07 pada pukul 15.00 WIB.

Apa level support penting IHSG saat ini?

BRI Danareksa memperkirakan support terdekat IHSG berada di kisaran 6.220 dan major support di area 5.900.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More