- PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) naik 15,66 persen ke Rp96
- PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) naik 14,02 persen ke Rp610
- PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) melonjak 13,79 persen ke Rp3.300
- PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 12,07 persen ke Rp650
- PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) menguat 9,86 persen ke Rp312.
Pembukaan IHSG Hari Ini 18 Mei 2026, Ambles ke Bawah 6.500

IHSG dibuka anjlok lebih dari 3 persen ke bawah level 6.500 akibat aksi jual besar-besaran investor asing usai rebalancing indeks global MSCI dan FTSE Russell.
Enam saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, BREN, AMMN, AMRT, CUAN, dan TPIA dikeluarkan dari indeks MSCI dan FTSE, memicu outflow dana asing.
Pelemahan meluas di hampir semua sektor dengan tekanan tambahan dari ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga global.
Jakarta, FORTUNE — Pembukaan IHSG hari ini, Senin 18 Mei 2026 dibuka melemah tajam di tengah tekanan aksi jual investor asing usai rebalancing indeks global MSCI dan FTSE Russell.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat jatuh lebih dari 3 persen hingga menembus level psikologis 6.500 pada perdagangan sesi pertama.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka turun 1,4 persen ke level 6.628,98 pada Senin (18/5). Tak lama setelah pembukaan, tekanan jual berlanjut dan indeks sempat merosot 2,56 persen ke posisi 6.551.
Pada pukul 09.40 WIB, IHSG tercatat melemah 3,60 persen ke level 6.481,40. Hingga pukul 10.25 WIB, IHSG tercatat melemah 4,4 persen ke level 6.443,65.
Nilai transaksi pasar mencapai Rp5,50 triliun dengan volume perdagangan 9,3 miliar saham. Sebanyak 619 saham berada di zona merah, 90 saham menguat, dan 250 saham stagnan.
Table of Content
Pembukaan IHSG hari ini tersengat efek MSCI dan FTSE
Tekanan terbesar pada pembukaan IHSG hari ini berasal dari keluarnya sejumlah saham kapitalisasi besar Indonesia dari indeks MSCI dan FTSE Russell. Sentimen tersebut memicu arus keluar dana asing atau capital outflow dari pasar domestik.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan aksi jual investor asing terjadi setelah perubahan komposisi indeks global.
“Pada bulan ini, terjadi outflow terbesar dari indeks MSCI maupun FTSE. Dari enam emiten berkapitalisasi besar yang keluar, yaitu DSSA dan BREN yang berada dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), kemudian AMMN, AMRT, CUAN, dan TPIA,” ujar Michael, Senin (18/5), dikutip IDX Channel.
Selain MSCI, FTSE Russell juga disebut akan menghapus PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari konstituen indeksnya. Faktor tersebut dinilai memperbesar tekanan jual di pasar saham Indonesia.
“Selain itu perlu diingat juga bahwa FTSE akan mengeluarkan DSSA dari konstituennya. Nilai outflow yang diperkirakan ada di kisaran Rp30 triliun,” ujarnya.
Menurut Michael, arus keluar dana asing tersebut masih berpotensi berlanjut hingga proses rebalancing berikutnya pada Juni 2026.
“Yang akan dieksekusi oleh passive fund sampai pada bulan depan Juni, yaitu rebalancing selanjutnya,” tuturnya.
Tekanan jual meluas di seluruh sektor
Pelemahan pada pembukaan IHSG hari ini terjadi hampir di seluruh indeks sektoral. IDX mencatat sektor energi, keuangan, properti, infrastruktur, teknologi, kesehatan, transportasi, hingga bahan baku seluruhnya berada di zona merah.
Indeks LQ45 turun 2,16 persen ke level 643. Sementara indeks JII melemah 3,42 persen ke 422, indeks IDX30 turun 1,82 persen ke 364, dan indeks MNC36 terkoreksi 1,93 persen ke level 283.
Di tengah tekanan tersebut, pasar juga masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga global.
Dari dalam negeri, investor mencermati agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan IHSG berpotensi berlanjut apabila level support kembali ditembus.
“Jika IHSG breakdown level 6.700, berpotensi menguji level 6.500-6.550 pada pekan ini,” ujar Phintraco dalam risetnya.
Saham top losers dan top gainers pagi ini
Pada perdagangan pagi ini, sejumlah saham yang terdampak sentimen MSCI masuk dalam daftar top losers. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) mengalami pelemahan signifikan.
Sementara itu, beberapa emiten menguat dan masuk daftar top gainers pada awal perdagangan, yaitu:
Mirae Asset Sekuritas soroti penurunan bobot Indonesia
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets turun menjadi sekitar 0,5 persen dari sebelumnya 0,7 persen. Penurunan tersebut dipicu eliminasi enam saham dari MSCI Standard Cap dan keluarnya 13 saham dari MSCI Small Cap.
“Deletion without addition mendominasi,” tulis analis Mirae dalam risetnya.
Mirae memperkirakan potensi arus keluar dana gabungan pasif dan aktif dari pasar saham Indonesia dapat mencapai sekitar 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp49,4 triliun (kurs Rp17.674) setelah penyesuaian indeks tersebut.
FAQ seputar pembukaan IHSG hari ini
| Kenapa hari Senin, 18 Mei 2026, saham IHSG turun? | IHSG melemah akibat aksi jual asing setelah rebalancing indeks MSCI dan FTSE Russell. |
| Berapa posisi IHSG pada pagi 18 Mei 2026? | IHSG sempat turun hingga level 6.435,40 pada pukul 10.00 WIB. |
| Saham apa saja yang menjadi top losers? | DSSA, TPIA, dan ASPR menjadi saham yang mengalami tekanan terbesar pada pagi hari. |
| Berapa potensi outflow akibat rebalancing MSCI? | Mirae memperkirakan potensi outflow mencapai sekitar 2,8 miliar dolar AS. |
















