IHSG Diproyeksikan Lanjut Melemah di Tengah Tekanan Kurs Rupiah

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali tertekan pada perdagangan Senin (18/5), setelah ditutup turun 1,98 persen sebelum libur long weekend.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memperkirakan hal itu setelah IHSG menembus level support penting sebelumnya, yakni 6.870 sampai 7.020. IHSG pun membentuk lower low baru.
Proyeksi pelemahan menuju ke fibo extension di level 6.660 sampai dengan 6.532. "Pelemahan rupiah menjadi faktor penting karena mempunyai potensi foreign outflow semakin masif," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham yang disoroti oleh tim BRIDS hari ini adalah GGRM, TINS, dan SMIL.
Pada Rabu (13/5), IHSG terkoreksi dengan net foreign sell sebesar Rp1,35T di pasar reguler. Sentimen kurang baik datang dari dikeluarkannya beberapa saham dari MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026. Selain itu, sentimen juga berasal dari posisi mata uang rupiah yang mencatatkan nilai terendah sepanjang sejarah di 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, dari sisi global, Phintraco Sekuritas menyoroti konflik AS-Iran, yang masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks di bursa internasional pada pekan ini. Dari AS, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia serta FOMC minutes. Investor mencari indikasi arah suku bunga setelah data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan.
Dari Tiongkok, investor akan mencermati sejumlah data ekonomi, seperti industrial production dan retail sales. Bank Sentral Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama 1 tahun dan 5 tahun masing-masing tetap di level 3 persen dan 3,5 persen.
Dari domestik, investor mencermati RDG Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di 4,75 persen (20/5). Selain itu akan dirilis pertumbuhan kredit (20/5), transaksi berjalan kuartal-I 2026 (22/5) dan M2 Money Supply (22/5).
Sentimen lainnya adalah pengumuman penyedia indeks global FTSE Russell. Setelah MSCI, FTSE menyatakan telah meninjau perkembangan di pasar modal Indonesia, namun masih menunda pemeringkatan ulang indeks secara penuh, kenaikan free float dan penambahan saham baru (IPO) hingga review September 2026.
"Jika IHSG breakdown level 6.700, maka berpotensi menguji level 6.500-6.550 pada pekan ini," demikian menurut tim riset Phintraco Sekuritas.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas pada perdagangan pekan ini, meliputi: CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA, dan BULL.


















