Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Vietnam Melesat, Bisakah Pasar Modal Indonesia Tetap Kompetitif?

Vietnam Melesat, Bisakah Pasar Modal Indonesia Tetap Kompetitif?
ilustrasi pasar modal (freepik.com/Drobotdean)
Intinya Sih
  • Vietnam menarik perhatian investor global lewat pertumbuhan ekonomi dan reformasi pasar, memunculkan tantangan baru bagi pasar modal Indonesia.

  • BEI menilai tekanan global bukan hal baru dan menekankan kekuatan basis investor domestik.

  • Jeffrey Hendrik menegaskan kunci menjaga kepercayaan investor ada pada konsistensi dan implementasi kebijakan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar modal Indonesia menghadapi pertanyaan besar. Apakah Indonesia masih cukup menarik bagi investor?

Pertanyaan ini muncul ketika Vietnam mulai disebut sebagai rising star baru di Asia Tenggara berkat pertumbuhan ekonomi, reformasi pasar, dan derasnya aliran investasi asing.

Namun, persaingan tersebut bukan cuma soal siapa yang tumbuh lebih cepat. Ada persoalan yang lebih penting, yaitu bagaimana sebuah negara menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan  perpindahan modal global tidak selalu berarti Indonesia kehilangan peluang.

“Pasar modal bukan zero-sum game. Bukan berarti kalau ada aliran dana ke negara lain, Indonesia pasti kehilangan,” ujar Jeffrey Hendrik.

Table of Content

Kondisi pasar modal Indonesia saat ini

Kondisi pasar modal Indonesia saat ini

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, pasar keuangan global bergerak sangat dinamis akibat geopolitik, suku bunga tinggi, hingga perlambatan ekonomi di berbagai negara. 

Dalam situasi seperti ini, investor global cenderung lebih selektif memilih negara tujuan investasi. Jeffrey menilai kondisi pasar saat ini memang penuh tantangan. Namun, menurutnya, Indonesia sudah beberapa kali berhasil melewati tekanan serupa.

Indonesia masih memiliki basis investor domestik yang besar. Jumlah investor pasar modal juga terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, minat perusahaan untuk melantai di bursa masih cukup tinggi, meskipun kondisi global sedang tidak stabil.

Investor asing memang mulai lebih berhati-hati. Mereka lebih fokus pada negara yang mampu memberikan kepastian regulasi dan tata kelola yang baik. Karena itu, isu reformasi pasar modal menjadi semakin penting bagi Indonesia.

Benarkah Indonesia kalah dari Vietnam?

Vietnam memang sedang mendapat banyak perhatian dari investor global. Pertumbuhan ekonominya stabil, sektor manufaktur berkembang pesat, dan reformasi pasar modalnya dinilai cukup progresif. 

Tidak heran jika banyak analis mulai membandingkan Vietnam dengan Indonesia. Meski begitu, membandingkan keduanya secara langsung tidak sesederhana itu. Indonesia masih memiliki sejumlah kekuatan penting, mulai dari ukuran ekonomi domestik hingga basis konsumsi masyarakat.

Persaingan tersebut justru bisa menjadi dorongan positif agar Indonesia turut memperkuat daya saing bursa.

“Kalau kita bisa meningkatkan daya saing bursa, itu adalah hasil akhirnya,” kata Jeffrey Hendrik.

Lalu, bagaimana sebenarnya perbandingan kekuatan pasar modal Indonesia dan Vietnam? Apakah pertumbuhan investor domestik cukup untuk menjaga ketahanan pasar Indonesia?

Pembahasan lengkapnya bisa dibaca dalam wawancara eksklusif Jeffrey Hendrik di Majalah FORTUNE Indonesia edisi Mei 2026.

Apa strategi untuk menjaga kepercayaan investor?

Kepercayaan menjadi faktor paling penting dalam pasar modal. Tanpa kepercayaan, investor akan lebih mudah memindahkan dana mereka ke negara lain yang dianggap lebih aman.

Di tengah persaingan regional dan tekanan ekonomi global, BEI menilai tantangan saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan pasar, tetapi juga memastikan investor tetap percaya pada kualitas dan arah pengembangan pasar modal Indonesia.

Jeffrey Hendrik menegaskan konsistensi dan implementasi menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing pasar modal nasional.

“Yang lebih penting adalah implementasi dan konsistensi. Itu fokus kami,” ujarnya.

Persaingan dengan Vietnam juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat fondasi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang, bukan mengejar pertumbuhan sesaat.

Ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana strategi lengkap BEI menjaga daya saing pasar modal Indonesia di tengah tekanan global dan kebangkitan Vietnam?

Simak pembahasan arah pasar modal Indonesia beserta strategi menjaga kepercayaan investor di tengah persaingan global dalam liputan utama Majalah FORTUNE Indonesia "On the Right Path" edisi Mei 2026.

FAQ seputar pasar Modal Indonesia dan Vietnam

Apakah pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor?

Indonesia masih memiliki kekuatan seperti basis investor domestik yang besar, konsumsi masyarakat yang kuat, dan minat IPO yang tetap tinggi.

Apa tantangan terbesar pasar modal Indonesia saat ini?

Menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan ekonomi global, suku bunga tinggi, dan persaingan investasi regional.

Di mana bisa membaca pembahasan soal persaingan Indonesia dan Vietnam?

Pembahasan lengkap mengenai strategi BEI dan persaingan dengan Vietnam dapat dibaca di Majalah FORTUNE Indonesia edisi Mei 2026 bertema “On the Right Path”.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More