- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Mitra Megah Nusantara Tbk (MGLV)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Lovina Beach Beer Tbk (LUCY)
BEI Terima Permintaan Audiensi dari Emiten Saham HSC

Jakarta, FORTUNE - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerima permintaan audiensi dari sejumlah emiten dalam daftar saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Menurut Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, beberapa emiten mengajukan permohonan secara terpisah pada Mei ini. "Yang sudah terjadi [audiensinya] juga sudah ada, yang akan datang juga ada," kata Jeffrey kepada pers di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5).
Berdasarkan informasi yang Fortune Indonesia himpun, salah satu audiensi disebut akan dilakukan pada Kamis (21/5).
Lebih lanjut, dari seluruh saham dalam daftar HSC, belum ada yang menyampaikan laporan mengenai aksi korporasi atau tindakan untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan pihak-pihak tertentu atau limited parties.
Selain itu, para emiten tersebut juga belum mengajukan permintaan agar bursa melakukan screening ulang mengenai konsentrasi kepemilikan saham masing-masing.
Saat ditanya apakah emiten yang meminta audiensi tersebut merupakan perusahaan konglomerasi, ia tak menjawab dengan gamblang.
"Semua yang meminta diskusi tentu kami layani dengan baik," ujarnya. "Satu dari 10 itu tentu."
Sebagai konteks, saat ini terdapat 10 emiten yang sahamnya masuk dalam daftar HSC, yakni:
Sebelumnya, Direktur Penlaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, berharap supaya emiten di daftar HSC mengambil tindakan-tindakan guna menurunkan tingkat konsentrasi kepemilikan sahamnya.
"Nanti kami akan meminta informasi mengenai aksi korporasi yang dilakukan. Jadi kami meminta mereka proaktif untuk menyampaikan apa yang sudah dilakukan," kata Nyoman (10/4). "[Contoh tindakannya] bisa berbagai aksi korporasi atau pelepasan. Harapannya intinya tidak terkonsentrasi."
















