XPENG Akuisisi Mayoritas Manufaktur Mobil Listrik Milik Erajaya

XPENG International Holding Ltd resmi mengakuisisi 90,1 persen saham PT Era Industri Otomotif (EIDO), menjadikannya pemegang saham mayoritas di entitas manufaktur kendaraan listrik milik Erajaya.
ERAL menegaskan perubahan kepemilikan ini tidak berdampak material terhadap operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional serta meningkatkan kapabilitas manufaktur dan perakitan mobil listrik XPENG di Indonesia.
Jakarta, FORTUNE - Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Xpeng International Holding Ltd, resmi mengambil alih kendali mayoritas atas PT Era Industri Otomotif (EIDO), entitas manufaktur di bawah bendera kelompok usaha Erajaya. Lewat aksi korporasi ini, raksasa otomotif tersebut langsung mencaplok 90,1 persen saham EIDO dari genggaman PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).
Transaksi ini seketika mengubah konfigurasi modal di tubuh anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk tersebut. Sebelum transaksi terjadi, kepemilikan saham EIDO nyaris mutlak dikuasai oleh ERAL dengan porsi 99,99 persen. Sementara sisanya, mengalir di kantong Komisaris Utama ERAL sekaligus Presiden Direktur ERAA, Budiarto Halim, sebesar 0,001 persen.
Skema pengalihan kuasa kapital ini berjalan taktis. Dokumen keterbukaan informasi membeberkan pada 13 Mei 2026, Budiarto terlebih dahulu melepaskan seluruh sahamnya kepada ERAL. Pada hari yang sama, ERAL langsung meneken kesepakatan guna mengalihkan 154.072 lembar saham EIDO kepada XPENG.
Usai transaksi tersebut, posisi kepemilikan ERAL menyusut menjadi 9,9 persen. Sebaliknya, XPENG melenggang menjadi nakhoda baru dengan memegang kendali penuh atas perusahaan perakitan tersebut.
Bagi XPENG, EIDO merupakan jantung dari strategi lokalisasi produksinya untuk pasar domestik, dengan fokus utama pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia.
Meskipun terjadi pergeseran besasr kekuasaan pada lini produksi, manajemen ERAL buru-buru meniupkan nada optimisme ke lantai bursa. Mereka menegaskan bahwa lepasnya saham mayoritas ini tidak akan mengguncang stabilitas perusahaan.
“Perseroan memandang bahwa kesepakatan strategis antara perseroan dan XPENG terkait kepemilikan saham pada EIDO tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan,” demikian keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5).
Otoritas ERAL juga melayangkan jaminan bagi para konsumen dan investor. Seluruh urusan distribusi, penjualan, hingga layanan purnajual kendaraan XPENG di republik ini dipastikan tidak akan terganggu. Lini bisnis kemitraan tersebut tetap kokoh di bawah kendali PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO), dua lengan usaha yang bernaung di bawah payung Erajaya Active Lifestyle.
Walhasil, aksi ini murni hanya terjadi di lantai pabrik perakitan (EIDO). Sementara itu, urusan komersial dan jaringan penjualan di lapangan dipastikan tetap berdenyut normal.
Kolaborasi jangka panjang ini dibaca oleh manajemen sebagai langkah taktis dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Masuknya kapital dan teknologi dari XPENG diharapkan mampu mendongkrak kapabilitas manufaktur lokal ke level lebih tinggi, sekaligus mendekatkan solusi mobilitas cerdas bagi konsumen Indonesia.
Xpeng International Holding Ltd, yang kini menjadi penguasa baru EIDO, merupakan entitas afiliasi di bawah payung grup usaha XPENG Inc. yang berbasis di Hong Kong. Dalam gurita bisnis globalnya, perusahaan ini bertindak sebagai holding company yang menjembatani investasi lintas negara, memperluas jaringan manufaktur, hingga merajut ekosistem kendaraan listrik di pasar internasional.
















