Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pizza Day Datang, Bitcoin Masih Belum Bangkit dari Tekanan

Pizza Day Datang, Bitcoin Masih Belum Bangkit dari Tekanan
Ilustrasi Bitcoin Pizza Day. Shutterstock/Serenko Natalia
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Peringatan Bitcoin Pizza Day tahun ini hadir di tengah pergerakan pasar kripto yang kembali bergejolak. Saat komunitas aset digital global mengenang transaksi pizza pertama menggunakan bitcoin, harga BTC justru bergerak melemah setelah gagal mempertahankan level psikologis US$78.000.

Momentum tahunan yang diperingati setiap 22 Mei itu kembali menjadi pengingat perjalanan bitcoin dari sekadar eksperimen komunitas menjadi bagian dari ekosistem keuangan modern. Namun di sisi lain, volatilitas harga yang masih tinggi menunjukkan pasar kripto tetap berada dalam fase penuh ketidakpastian.

Bitcoin Pizza Day bermula pada 22 Mei 2010 ketika programmer asal Florida, Laszlo Hanyecz, menawarkan 10.000 BTC di forum BitcoinTalk kepada siapa pun yang bersedia membelikannya dua loyang pizza. Tawaran itu diterima pengguna bernama “jercos” yang kemudian memesan pizza dari Papa John’s.

Pada saat itu, nilai bitcoin masih sekitar US$0,0041 per BTC sehingga total transaksi tersebut hanya setara sekitar US$41. Meski terlihat sederhana, momen itu tercatat sebagai transaksi pertama bitcoin untuk membeli barang nyata dan menjadi tonggak penting dalam sejarah aset digital.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan Bitcoin Pizza Day bukan sekadar nostalgia soal harga bitcoin yang kini bernilai jauh lebih tinggi, tetapi juga simbol berkembangnya utilitas dan adopsi aset digital. Peringatan ini menjadi simbol bagaimana sebuah teknologi baru dapat berkembang dari komunitas kecil menjadi gerakan global.

"Transaksi dua pizza pada 2010 mungkin terlihat sederhana, tetapi momen tersebut membuka jalan bagi Bitcoin untuk dipahami sebagai aset digital yang dapat digunakan, diverifikasi, dan dipertukarkan secara langsung. Di Tokocrypto, kami melihat peringatan ini sebagai momentum untuk terus mendorong literasi, adopsi yang bertanggung jawab, serta pemahaman yang lebih luas mengenai manfaat aset digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Calvin, dalam keterangannya kepada Fortune Indonesia, Jumat (22/5).

Berbeda dibanding peringatan tahun lalu ketika bitcoin bergerak di atas US$109.000 hingga US$111.000, Bitcoin Pizza Day 2026 berlangsung saat BTC berada di kisaran US$77.000 hingga US$78.000.

Data pasar Tokocrypto menunjukkan bitcoin sempat menembus level US$78.000, tetapi gagal mempertahankan momentum dan kembali turun ke area sekitar US$77.500. Bahkan, tekanan jual sempat membawa harga BTC bergerak di bawah US$76.700.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai kegagalan bitcoin bertahan di atas level US$78.000 memperlihatkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan sentimen investor yang cenderung berhati-hati.

“Penolakan di area US$78.000 menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih cukup dominan. Bitcoin memang sempat menunjukkan pemulihan jangka pendek, tetapi belum didukung oleh volume dan sentimen yang cukup kuat. Selama harga belum mampu bertahan di atas area resistance tersebut, pergerakan Bitcoin masih berisiko kembali menguji level support terdekat,” ujar Fyqieh.

Menurut dia, area US$77.000 kini menjadi level krusial dalam jangka pendek. Jika mampu dipertahankan, bitcoin masih berpeluang menguji resistance di kisaran US$78.000 hingga US$80.000. Namun jika tekanan jual berlanjut, potensi pelemahan menuju area US$76.000 hingga US$70.000 tetap terbuka.

“Level US$77.000 saat ini menjadi area krusial. Jika mampu bertahan, pasar bisa melihat adanya upaya rebound teknikal. Namun, jika level ini ditembus dengan tekanan jual yang kuat, Bitcoin berpotensi melanjutkan koreksi ke area support yang lebih rendah. Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan harga, arus dana ETF, serta indikator permintaan pasar sebelum mengambil keputusan,” katanya, menambahkan.

Tekanan terhadap bitcoin juga datang dari berlanjutnya arus keluar ETF bitcoin spot. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian investor masih memilih mengurangi eksposur risiko di tengah ketidakpastian pasar global.

Selain faktor teknikal, sentimen geopolitik dan makroekonomi turut memengaruhi pasar kripto. Kekhawatiran terkait potensi kelanjutan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran hingga pergeseran minat investor global ke sektor lain seperti teknologi dan semikonduktor membuat arus modal ke aset kripto belum kembali solid.

Sejak 14 Mei, bitcoin tercatat telah terkoreksi lebih dari US$4.500 atau hampir 6 persen. Pelemahan tersebut menghapus sebagian kenaikan yang sempat terjadi sejak awal bulan.

Meski pasar masih bergerak volatil, Calvin menilai esensi Bitcoin Pizza Day tetap relevan sebagai pengingat bahwa nilai sebuah teknologi muncul ketika digunakan secara nyata oleh masyarakat.

“Pelajaran dari Bitcoin Pizza Day bukan hanya soal harga Bitcoin hari ini. Momen ini menunjukkan bahwa teknologi akan bernilai ketika dapat digunakan dan dipercaya masyarakat. Hanyecz tidak membuat kesalahan, ia justru menjadi bagian dari sejarah yang membentuk pasar Bitcoin seperti sekarang,” ujar Calvin.

Fyqieh pun mengingatkan investor untuk tidak hanya terpaku pada pergerakan harga harian, tetapi juga memahami struktur pasar secara lebih menyeluruh. Menurutnya, pasar kripto saat ini membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk memulihkan kepercayaan investor. Selama arus dana institusional belum kembali positif dan permintaan ritel masih terbatas, Bitcoin kemungkinan akan bergerak dalam rentang yang volatil.

"Volatilitas seperti ini juga menjadi bagian dari siklus pasar kripto yang perlu dihadapi dengan strategi dan manajemen risiko yang disiplin,” kata Fyqieh.

Kini, 16 tahun setelah dua loyang pizza dibayar menggunakan 10.000 BTC, Bitcoin Pizza Day tidak lagi hanya dipandang sebagai cerita unik komunitas kripto. Momentum tersebut juga menjadi refleksi bahwa perjalanan aset digital terus bergerak di antara dua sisi: potensi adopsi yang semakin luas dan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More

Pizza Day Datang, Bitcoin Masih Belum Bangkit dari Tekanan

22 Mei 2026, 16:45 WIBMarket