BRPT Soal Margin Call: Pembiayaan-Penjaminan Saham Dikelola Prudent

Jakarta, FORTUNE - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menanggapi kabar tentang isu margin call terhadap saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang sempat beredar di media sosial.
Sebagai konteks, hal itu menjadi sorotan di ranah maya selepas beberapa akun menghubungkan antara koreksi harga saham TPIA dan risiko tekanan pada fasilitas pembiayaan berbasis penjaminan saham. Dilansir dari RDIS IDX, margin call sendiri mengacu pada peringatan dari perusahaan sekuritas kepada investor untuk menambah dana (atau menjual saham) karena nilai jaminan di akun margin sudah turun.
"Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait penjaminan saham Chandra Asri Pacific (TPIA) oleh Barito Pacific (BRPT), kami secara resmi menyampaikan bahwa seluruh fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham oleh Barito Pacific dikelola dengan bijaksana, dengan mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur. Pengaturan jaminan saham juga mencakup mekanisme dalam memitigasi volatilitas pasar," kata Manajemen BRPT dalam keterangan resmi melalui tim komunikasi perseroan, dikutip Jumat.
Lebih lanjut, BPRT menyatakan, perseroan terus menjaga rasio margin dan posisi likuiditas secara disiplin sesuai prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik.
Terkait koreksi saham TPIA, BRPT menyebut, pergerakan harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar, operasional dan fundamental bisnis Barito Pacific beserta anak usaha tetap berjalan solid, didukung oleh fundamental usaha yang kuat dan kinerja operasional yang resilien.
Pada Jumat (22/5) pukul 11.06 WIB, saham TPIA melemah 9,69 persen ke harga Rp2.050. Di sisi lain, saham BRPT menguat 3,92 persen ke harga Rp1.590.
Dikutip dari IDX Mobile, selama 13-21 Mei 2026, saham TPIA dan BRPT telah ditutup terkoreksi. Tingkat koreksi masing-masing saham mencapai 43,72 persen dan 23,43 persen dalam seminggu terakhir.


















