Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BEI: Kapitalisasi Indeks Saham Syariah Tembus US$399 Miliar

BEI: Kapitalisasi Indeks Saham Syariah Tembus US$399 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 442,44 poin atau minus 5,31 persen ke level 7.887,16 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/2/2026). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya Sih
  • Jumlah saham syariah di BEI melonjak dari 237 emiten pada 2011 menjadi 673 emiten per Mei 2026, mencakup sekitar 70 persen dari total perusahaan tercatat.
  • Kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai US$399 miliar pada pertengahan Mei 2026, tumbuh sekitar 255 persen dalam 15 tahun terakhir.
  • BEI kembali meraih penghargaan Global Islamic Finance Award (GIFA) untuk kategori Pasar Modal Islam 2025, menandai penghargaan kedelapan sejak tahun 2016.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Pasar modal syariah Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan dalam satu setengah dekade terakhir. Kenaikan jumlah saham berbasis syariah, penguatan kapitalisasi pasar, hingga bertambahnya partisipasi investor dinilai memperkuat posisi Indonesia di industri pasar modal Islam global.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Bursa Efek Indonesia, Risa E. Rustam, mengatakan jumlah saham yang memenuhi prinsip syariah meningkat signifikan dalam 15 tahun terakhir.

Hingga 13 Mei 2026, jumlah saham syariah tercatat mencapai 673 emiten, naik dibandingkan 237 saham pada 2011. Jumlah tersebut kini merepresentasikan sekitar 70 persen dari seluruh perusahaan tercatat di BEI.

“Selama 15 tahun terakhir, pasar modal Syariah Indonesia terus tumbuh dengan stabil, hingga 13 Mei 2026, pertumbuhan saham yang sesuai Syariah telah meningkat dari 237 pada tahun 2011 menjadi 673 saat ini, mewakili 70 persen dari semua perusahaan yang terdaftar,” ujar Risa di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya perkembangan tersebut juga tercermin dari performa ISSI yang terus menunjukkan penguatan jangka panjang. Berdasarkan data selama 15 tahun, indeks saham syariah Indonesia itu menempati posisi keempat di antara indeks syariah global utama dengan tingkat imbal hasil mencapai 94 persen.

Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan instrumen investasi syariah Indonesia semakin kompetitif dan mampu menarik perhatian investor domestik maupun internasional. Bertambahnya jumlah emiten yang memenuhi prinsip syariah juga turut memperkuat pertumbuhan pasar.

Selain jumlah saham, nilai kapitalisasi pasar ISSI juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga pertengahan Mei 2026, kapitalisasi pasar ISSI tercatat mencapai US$399 miliar.

“Selama periode yang sama, kapitalisasi pasar ISSI tumbuh secara signifikan, mencapai US$399 miliar pada 13 Mei 2026, mewakili peningkatan sebesar 255 persen,” ujarnya.

Di level global, pasar modal syariah Indonesia juga terus memperoleh pengakuan internasional. Pada 2025, BEI kembali meraih penghargaan dari Global Islamic Finance Award (GIFA) melalui GIFA Championship Award untuk kategori Pasar Modal Islam 2025.

Penghargaan tersebut menjadi yang kedelapan diterima BEI dari GIFA sejak 2016. Sebelumnya, Indonesia juga beberapa kali dinobatkan sebagai pasar modal Islam terbaik dunia sepanjang 2019 hingga 2022.

Risa mengatakan capaian itu didukung oleh ekosistem pasar modal syariah yang semakin terintegrasi, mulai dari proses perdagangan, kliring, penyelesaian transaksi, hingga sistem perlindungan investasi berbasis prinsip syariah.

“Pada tahun 2025, pasar kami sekali lagi menerima pengakuan internasional dari Global Islamic Finance Award, atau GIFA, dengan memenangkan GIFA's Championship Award untuk Pasar Modal Islam 2025. Ini menandai penghargaan kedelapan yang diterima IDX dari GIFA sejak tahun 2016,” katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More