Pendapatan Kontribusi Prudential Syariah Q1-2026 Tembus Rp1,02 Triliun

- Prudential Syariah mencatat pendapatan kontribusi Rp1,02 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 6,87 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya berkat inovasi produk asuransi syariah.
- Perusahaan menyoroti kenaikan signifikan biaya pendidikan di Indonesia dan menekankan pentingnya perencanaan keuangan keluarga untuk menghadapi lonjakan tersebut.
- Untuk menjawab kebutuhan itu, Prudential Syariah meluncurkan PRUTahapan Cemerlang, produk asuransi dwiguna syariah dengan manfaat dana tahapan hingga 160 persen dari target dana.
Jakarta, FORTUNE – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) membukukan rapor hijau pada triwulan pertama 2026. Perusahaan asuransi jiwa syariah ini mengantongi pendapatan kontribusi gabungan (premi) senilai Rp1,02 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini. Pada kuartal I-2025, perolehannya adalah Rp960 miliar.
Laju pertumbuhan tersebut disokong oleh serangkaian inovasi produk yang dilempar ke pasaran. Manajemen kini kian gencar mengincar ceruk pasar perlindungan keluarga. Fokus utama operasional diarahkan pada segmen pendanaan pendidikan anak.
Langkah tersebut diambil di tengah membubungnya biaya pendidikan di Tanah Air. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata biaya sekolah pada jenjang SD melonjak tajam hingga 90 persen. Angka tersebut melesat dari Rp2,4 juta pada 2018 menjadi Rp4,56 juta pada 2024.
Lonjakan biaya tertinggi kedua menghantam jenjang perguruan tinggi. Biaya kuliah terkerek 31,38 persen menjadi Rp19,01 juta per satu tahun ajaran pada 2024. Walhasil, penundaan perencanaan keuangan bakal memperlebar jurang pemisah antara kesiapan dana dan kebutuhan riil masyarakat di masa depan.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, angkat bicara mengenai urgensi perlindungan jaminan hari depan anak tersebut.
“Asuransi hadir untuk menjembatani kesenjangan, memastikan dana tersedia tepat waktu di setiap jenjang pendidikan. Apabila terjadi risiko kehidupan pada pencari nafkah di tengah perjalanan, rencana pendidikan tidak ikut terhenti,” ujar Iskandar melalui keterangan resmi yang dikutip Selasa (19/5).
Memanfaatkan momentum tersebut, perusahaan meluncurkan payung perlindungan anyar bertajuk PRUTahapan Cemerlang. Produk asuransi jiwa tradisional dwiguna syariah ini menawarkan manfaat dana tahapan hingga 160 persen dari target dana.
Produk ini dirancang menyokong tercapainya cetak biru perencanaan keuangan keluarga. Mulai dari tabungan pendidikan, hari tua, hingga kebutuhan finansial lainnya. Konsumen dapat mengikuti program ini dengan kontribusi minimum Rp200.000 per bulan.
Iskandar menambahkan, produk baru ini mengusung nilai kebersamaan yang kental sesuai dengan koridor syariah.
“Melalui prinsip ta’awun, setiap peserta juga turut menjadi bagian dari mekanisme saling melindungi antar peserta — karena perlindungan yang bermakna adalah perlindungan yang memberi manfaat bagi semua,” katanya.
Kehadiran skema baru ini kian melengkapi serta memperkuat rangkaian solusi perlindungan yang digalang Prudential Syariah. Portofolio mereka kini mencakup perencanaan warisan, kesehatan, penyakit kritis, perencanaan keuangan, hingga perlindungan ibadah haji.
Kinerja moncer ini ikut memperkokoh otot finansial perusahaan. Sepanjang 2025, total aset perusahaan mencapai Rp8 triliun. Jumlah ini melonjak lebih dari 21 persen (YoY) dibandingkan dengan posisi akhir 2024 yang bertengger pada Rp6,6 triliun.

















