Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

BTPN Syariah Bukukan Laba Rp319 Miliar pada Q1-2026, Ini Penopangnya

BTPN Syariah Bukukan Laba Rp319 Miliar pada Q1-2026, Ini Penopangnya
Ilustrasi nasabah inklusi BTP Syariah/Dok BTPN Syariah
Intinya Sih
  • Laba bersih BTPN Syariah tumbuh 3 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

  • Penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun dengan kenaikan 4 persen (YoY) dan NPF gross 2,85 persen.

  • Dana pihak ketiga naik 6 persen menjadi Rp12,32 triliun, dan aset tumbuh 7 persen ke Rp23,20 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengawali 2026 dengan catatan positif. Bank ini membukukan laba bersih senilai Rp319 miliar pada kuartal pertama, yang mencerminkan pertumbuhan 3 persen dibandingkan dengan perolehan pada kuartal I-2025 yang sebesar Rp311 miliar.

Nakhoda BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyatakan performa moncer ini tidak terlepas dari strategi penguatan pendampingan nasabah.

"Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank," kata Fachmy dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).

Hingga Maret 2026, bank syariah ini telah mengucurkan pembiayaan sebesar Rp10,6 triliun, atau terangkat 4 persen secara tahunan. Meski ekspansif, disiplin pada kualitas aset tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross pada level 2,85 persen.

Di balik angka-angka tersebut, terdapat peran Community Officer (CO) sebagai ujung tombak. Para personel lapangan ini hadir langsung di sentra-sentra nasabah melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Di sana, mereka bukan sekadar menagih, melainkan memberikan edukasi melalui modul yang relevan dengan dinamika usaha ultramikro, sekaligus menjadi panutan dalam penerapan perilaku unggul BDKS.

Solidnya fundamental bank berkode saham BTPS ini juga tecermin pada indikator kesehatan keuangan yang cukup tebal. Return on Asset (RoA) mencapai 7,1 persen, sementara rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bertengger kokoh pada level 59,2 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, kepercayaan publik terlihat dari raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp12,32 triliun, naik 6 persen (YoY). Walhasil, total aset BTPN Syariah kini menyentuh Rp23,20 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Related Articles

See More