Laba Bersih Bank Muamalat Naik 15 Persen Sepanjang 2025

Bank Muamalat mencatat laba bersih Rp21,3 triliun sepanjang 2025.
Total pembiayaan tumbuh 10,1 persen menjadi Rp18,5 triliun.
Dana Pihak Ketiga naik 9 persen ke Rp45,5 triliun dan aset mencapai Rp62,3 triliun.
Jakarta,FORTUNE – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mencatatkan laba bersih senilai Rp21,3 triliun sepanjang 2025, atau meningkat 15 persen (YoY) dibandingkan dengan capaian 2024 yang mencapai Rp18,4 triliun.
Kinerja ini ditopang oleh total pembiayaan Rp18,5 triliun per Desember 2025, alias naik 10,1 persen (YoY). Pembiayaan ini berasal dari segmen bagi hasil mudharabah yang tumbuh 42,9 persen (YoY) menjadi Rp543,1 miliar pada akhir Desember 2025.
“Konsolidasi bisnis yang kami lakukan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif, di antaranya aset, pembiayaan, dan DPK," ujar Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3).
Menurut Imam, bank pertama murni syariah di Tanah Air ini semakin fokus menggarap segmen ritel konsumer. Produk unggulan seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan UMKM mencatat kenaikan signifikan.
Produk pembiayaan emas juga melonjak 33 kali lipat (YoY) dengan pertumbuhan mencapai Rp1,1 triliun. Bahkan, Imam mengklaim jumlah rekening nasabah (number of account) juga meningkat tajam.
Bank ini juga membukukan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meyakinkan. Hingga akhir 2025, total DPK mencapai Rp45,5 triliun, meningkat 9,0 persen (YoY). Adapun total aset ikut naik 3,8 persen (YoY) menjadi Rp62,3 triliun per akhir 2025.
Bank ini juga memastikan solidnya permodalan yang tecermin pada rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,37 persen pada Desember 2025. Angka tersebut jauh di atas ketentuan batas minimum yang ditetapkan regulator.

















