Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

TPIA Kantongi Laba Bersih Senilai US$205 juta Selama Kuartal I 2026

TPIA Kantongi Laba Bersih Senilai US$205 juta Selama Kuartal I 2026
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) (chandra-asri.com)
Intinya Sih
  • TPIA mencatat laba bersih US$205 juta dan EBITDA US$421 juta pada kuartal I 2026, menjadi rekor tertinggi berkat integrasi aset Shell Singapore dan lini ritel ExxonMobil Singapore.
  • Perusahaan menjaga likuiditas US$3,8 miliar serta meningkatkan efisiensi melalui sinergi operasional, optimalisasi crude slate, dan diversifikasi pasokan yang memperkuat margin di tengah volatilitas industri petrokimia.
  • TPIA menyiapkan belanja modal sekitar US$1 miliar untuk proyek hilirisasi seperti fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride yang ditargetkan beroperasi 2027, serta penguatan infrastruktur lewat CDIA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA) mengantongi laba bersih sebesar US$205 juta dan EBITDA mencapai US$421 juta sepanjang kuartal I 2026.

Manajemen TPIA mengatakan, raihan laba bersih dan EBITDa tersebut merupakan rekor tertinggi kinerja kuartalan perusahaan. Kinerja tersebut, salah satunya terdorong oleh keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan aset Shell Singapore serta lini ritel ExxonMobil Singapore yang rampung dalam setahun terakhir, sehingga memperkuat basis pendapatan dan meningkatkan skala operasional secara signifikan.

"Sinergi telah terealisasi di berbagai area, termasuk opex, pengadaan, trading, logistik, dan optimasi komersial, sehingga meningkatkan margin dan efisiensi operasional yang secara langsung menciptakan nilai tambah," katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/4).

TPIA juga mempertahankan likuiditas sebesar US$3,8 miliar sehingga mampu memberikan ruang TPIA untuk berinvestasi, mengelola volatilitas siklus industry, dan mengambil risiko secara terukur dalam berbagai kondisi pasar.

Meski industri petrokimia masih dibayangi tantangan, perusahaan tetap menjalankan operasional secara disiplin, khususnya dalam pengendalian biaya. Sejumlah proyek strategis juga berhasil diselesaikan, termasuk ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.

"Kami berhasil mencatat margin kilang yang meningkat di tengah volatilitas dan perubahan pasokan di kawasan Timur Tengah. Optimalisasi pemilihan crude slate serta penempatan produk memungkinkan Grup untuk memaksimalkan spread (crack) dan throughput selama kuartal ini," katanya.

Manajemen mengungkapkan, salah satu pembeda utama utama pada kuartal ini adalah keunggulan operasional di pabrik. Didukung strategi sourcing yang proaktif dan diversifikasi pasokan, perseroan memiliki fleksibilitas dalam penggunaan berbagai jenis bahan baku. Pendekatan adaptif tersebut memungkinkan pengolahan minyak mentah dan intermediate dengan margin lebih optimal, sekaligus menjaga tingkat utilisasi dan yield produk tetap tinggi.

Dalam jangka menengah, TPIA terus mendorong hilirisasi dan kemandirian industri nasional melalui belanja modal sekitar US$1 miliar. Investasi ini difokuskan pada pembangunan fasilitas caustic soda dan ethylene dichloride berskala dunia beserta infrastruktur pendukungnya, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Selain itu, melalui entitas Chandra Daya Investasi (CDIA), TPIA juga memperkuat kapabilitas infrastruktur di sektor logistik, penyimpanan, dan utilitas di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan integrasi bisnis, menekan biaya, sekaligus menciptakan sumber pendapatan berulang yang lebih stabil.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Market

See More