Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Minyak Global Melonjak Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)
  • Penolakan Donald Trump terhadap proposal perdamaian Iran meningkatkan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan minyak.

  • Harga Brent dan WTI menguat pada awal perdagangan, tetapi pergerakan WTI masih menghadapi tekanan teknikal.

  • Pemulihan ekspor Timur Tengah berpotensi menahan kenaikan harga, sementara konflik dan Selat Hormuz tetap menjadi sumber ketidakpastian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?
Vote Now
Sebelumnya

Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam waktu sepekan sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik.

Senin (28/9)

Donald Trump menyatakan tawaran Iran belum memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

awal perdagangan Senin

Harga Brent naik sekitar 1,27 persen menjadi US$105,64 per barel. WTI berada di sekitar US$93,11 per barel.

hari ini

Harga minyak WTI masih menghadapi risiko pelemahan dari perspektif teknikal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?
Vote Now
  • What?
    Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran, sehingga pasar kembali mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan minyak.
  • Who?
    Donald Trump, Iran, analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, serta pelaku pasar minyak.
  • Where?
    Perkembangan utama berkaitan dengan Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah.
  • When?
    Pernyataan Trump dikutip pada Senin (28/9), sementara harga minyak dicatat pada awal perdagangan Senin.
  • Why?
    Trump menilai tawaran Iran belum memenuhi tuntutan Amerika Serikat, sementara konflik dan ketidakpastian Selat Hormuz memengaruhi pasokan.
  • How?
    Negosiasi AS-Iran memengaruhi harga minyak, dengan Brent naik 1,27 persen dan WTI berada di sekitar US$93,11 per barel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?
Vote Now

Donald Trump menolak tawaran damai dari Iran karena dianggap belum memenuhi keinginan Amerika Serikat. Iran ingin membuka lagi jalur kapal di Selat Hormuz. Hal ini membuat orang khawatir minyak bisa terganggu. Harga minyak naik, tetapi WTI masih ditekan penjual. Ekspor minyak Timur Tengah mulai pulih.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?
Vote Now

Pemulihan arus ekspor minyak Timur Tengah, termasuk aktivitas ekspor Arab Saudi, menjadi perkembangan yang dapat menahan kenaikan harga. Informasi mengenai pergerakan Brent dan WTI serta analisis teknikal juga memberi gambaran lebih terukur tentang kondisi pasar, di tengah risiko konflik dan ketidakpastian Selat Hormuz yang masih memengaruhi pasokan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menolak proposal perdamaian Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, Iran mengusulkan pembukaan kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam waktu sepekan sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik. Namun, Trump menilai tawaran tersebut belum memenuhi tuntutan AS.

“Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat tersebut karena berada di ambang kekalahan besar,” ujar Trump, dikutip dari BBC, Senin (28/9).

Perkembangan negosiasi AS-Iran turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Reuters mencatat harga Brent naik sekitar 1,27 persen menjadi US$105,64 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$93,11 per barel pada awal perdagangan Senin.

Namun, penguatan harga minyak masih berhadapan dengan tekanan teknikal. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit mengatakan WTI belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance 96,78–99,05. Kegagalan menembus dan bertahan di atas area tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berpotensi mendominasi pergerakan WTI.

"Struktur teknikal WTI juga menunjukkan terbentuknya pola ABC Correction. Pola tersebut semakin diperkuat oleh kemunculan Bearish Engulfing yang mengindikasikan adanya tekanan jual setelah harga mengalami fase kenaikan sebelumnya," katanya kepada Fortune Indonesia, Senin (28/9).

Di sisi lain, pemulihan arus ekspor minyak Timur Tengah berpotensi menahan kenaikan harga. Reuters melaporkan aliran minyak di kawasan tersebut mulai pulih, termasuk aktivitas ekspor Arab Saudi, setelah sebelumnya terganggu akibat konflik.

Dengan demikian, pasar minyak masih menghadapi dua sentimen utama, yakni risiko gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran dan ketidakpastian Selat Hormuz, serta pemulihan arus ekspor minyak Timur Tengah.

"Proyeksi harga minyak WTI hari ini masih menghadapi risiko pelemahan dari perspektif teknikal," ujarnya.

Menurut Gerald selama WTI belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 96.78–99.05, harga berpotensi melanjutkan tren bearish menuju support 88.70–86.54. Namun, perubahan signifikan pada kondisi geopolitik atau gangguan baru terhadap pasokan dapat meningkatkan volatilitas dan mengubah dinamika pergerakan minyak.

Sampaikan pandanganmu

Apa faktor terbesar yang memengaruhi harga minyak saat ini?

See More

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article