Jakarta, FORTUNE - Tekanan jual Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan di tengah semakin terbatasnya pasokan aset kripto tersebut di bursa perdagangan. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar kripto, terutama jika permintaan kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Laporan Binance Research yang dirilis 17 Mei mengungkapkan sejumlah indikator on-chain mengarah pada berkurangnya tekanan pasokan Bitcoin di pasar.
Salah satu indikator utama berasal dari meningkatnya dominasi investor jangka panjang atau long-term holders. Berdasarkan data Glassnode yang dikutip Binance Research, hampir 60 persen total pasokan Bitcoin tidak berpindah selama lebih dari satu tahun.
Selain itu, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa kripto tercatat turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Tren ini mengindikasikan semakin banyak investor memilih menyimpan aset mereka dalam jangka panjang dibanding memperdagangkannya dalam waktu singkat.
Melansir CoinMarketCap, Senin (18/5), data pasar terbaru juga menunjukkan kepemilikan Bitcoin oleh kelompok investor yang dikenal sebagai conviction buyers melonjak mendekati 4 juta BTC atau naik sekitar 300 persen sejak akhir 2025.
Menurut analis, akumulasi tersebut membuat pasokan likuid Bitcoin di pasar semakin terbatas. Jika permintaan kembali menguat, kondisi itu berpotensi memicu supply shock atau kelangkaan pasokan yang dapat mendorong kenaikan harga.
Binance Research turut menyoroti rasio SLRV, indikator yang membandingkan kepemilikan Bitcoin jangka pendek dan jangka panjang. Saat ini, rasio tersebut berada di dekat titik terendah historis.
Kondisi itu menandakan aktivitas spekulasi jangka pendek di pasar masih relatif rendah. Dengan kata lain, pasar saat ini lebih banyak diisi investor yang memilih menyimpan aset dibanding trader yang mencari keuntungan cepat.
Di sisi lain, indikator Short-Term Holder MVRV yang mengukur profitabilitas investor jangka pendek mulai kembali bergerak di atas level 1,0 setelah cukup lama berada di bawah angka tersebut sejak November tahun lalu.
Menurut Binance Research, situasi tersebut menunjukkan sebagian investor kembali berada dalam posisi untung yang belum direalisasikan. Namun, kondisi ini juga dapat meningkatkan potensi aksi ambil untung apabila tekanan ekonomi global kembali memburuk.
Perkembangan lain yang menjadi perhatian adalah terus menurunnya cadangan Bitcoin di bursa besar seperti Binance. Cadangan BTC di exchange disebut telah turun ke level terendah sejak awal 2026.
Meski indikator on-chain menunjukkan sinyal yang lebih positif, pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian global. Bitcoin sempat turun di bawah US$77.000 pada perdagangan Asia seiring kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang menekan aset berisiko.
Selain itu, pelaku pasar juga memperkirakan bank sentral AS, The Fed, masih akan mempertahankan suku bunga tinggi setidaknya hingga Juli tahun ini.
