Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

SMGR Beri Tanda Soal Pembagian Dividen Usai Laba Naik 445 Persen

SMGR Beri Tanda Soal Pembagian Dividen Usai Laba Naik 445 Persen
Ilustrasi pekerja Semen Indonesia Group. (Website SMGR)
  • SIG memberi sinyal melanjutkan imbal hasil optimal melalui dividen setelah laba bersih semester I-2026 melonjak 445,9 persen.

  • SMGR sebelumnya membagikan dividen 100 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

  • Besaran dividen untuk kinerja 2026 masih mempertimbangkan arus kas, kebutuhan investasi, dan keputusan pemegang saham.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memberikan sinyal bakal kembali memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Sinyal tersebut disampaikan setelah perseroan mencatat lonjakan laba bersih hingga 445,9 persen pada semester I-2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Sigit Prastowo, mengatakan perseroan berkomitmen melanjutkan upaya memberikan imbal hasil optimal kepada seluruh pemegang saham. Menurutnya, SIG tidak hanya mempertimbangkan besaran dividen secara persentase, tetapi juga nilai nominal yang diterima pemegang saham.

“Di tahun 2026 tentu kita ingin melanjutkan bagaimana memberikan imbal hasil yang optimal, bukan dari sisi persentase tapi juga dari sisi nominal,” kata Sigit dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9).

Sinyal tersebut berkaca pada kebijakan dividen tahun buku 2025.

Pada 2026, SMGR telah membagikan dividen 100 persen dari laba bersih 2025 sebagai bagian dari upaya memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham.

Meski demikian, Sigit menegaskan besaran dividen untuk kinerja 2026 yang akan dibagikan pada 2027 masih akan mempertimbangkan sejumlah faktor. SIG perlu memastikan ketersediaan arus kas serta kebutuhan investasi sebelum menentukan besaran laba yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

“Beberapa pertimbangan tentu harus kita lakukan, antara lain bagaimana kita memastikan cash flow tersedia dengan baik, kemudian kebutuhan-kebutuhan untuk investasi juga akan kita kombinasikan dengan baik,” katanya.

Dia menambahkan, keputusan akhir mengenai pembagian dividen berada di tangan pemegang saham. Untuk SMGR, keputusan tersebut nantinya menjadi ranah pemegang saham mayoritas, termasuk pemegang saham Seri A dan pemegang saham Seri B terbesar.

Optimisme SIG untuk kembali memberikan imbal hasil kepada investor juga ditopang perbaikan kinerja sepanjang semester I-2026. Pendapatan perseroan tumbuh 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen semen yang naik 14,6 persen, sementara pendapatan non-semen tumbuh 1,6 persen.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA SIG meningkat 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan margin 12,2 persen, meski tekanan biaya masih berlangsung. Laba bersih perseroan bahkan melonjak 445,9 persen secara tahunan menjadi Rp207 miliar. Penjualan domestik juga tumbuh 9,7 persen menjadi 14,18 juta ton.

Sebelumnya, SMGR menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp190,84 miliar atau setara 100 persen dari laba bersih. Pemegang saham memperoleh dividen Rp28,33 per saham. Keputusan tersebut disepakati dalam RUPST pada 8 Mei 2026, dengan pembayaran dividen dilakukan pada 11 Juni 2026.

Dengan tren pemulihan industri semen yang masih berlanjut, SIG optimistis kinerja 2026 dapat terus membaik. Pada semester I-2026, permintaan semen domestik tumbuh 10,6 persen, terdiri dari pertumbuhan semen kantong 10,3 persen dan semen curah 11,2 persen.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More