Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SMGR Beri Tanda Soal Pembagian Dividen Usai Laba Naik 445 Persen
Ilustrasi pekerja Semen Indonesia Group. (Website SMGR)
  • SIG memberi sinyal melanjutkan imbal hasil optimal melalui dividen setelah laba bersih semester I-2026 melonjak 445,9 persen.

  • SMGR sebelumnya membagikan dividen 100 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

  • Besaran dividen untuk kinerja 2026 masih mempertimbangkan arus kas, kebutuhan investasi, dan keputusan pemegang saham.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun buku 2025

SMGR menetapkan dividen tunai sebesar Rp190,84 miliar atau setara 100 persen dari laba bersih. Pemegang saham memperoleh Rp28,33 per saham.

8 Mei 2026

Keputusan dividen tahun buku 2025 disepakati dalam RUPST.

11 Juni 2026

Pembayaran dividen tahun buku 2025 dilakukan.

semester I 2026

Pendapatan SIG tumbuh 13,1 persen menjadi Rp17,65 triliun dan laba bersih melonjak 445,9 persen menjadi Rp207 miliar. Permintaan semen domestik tumbuh 10,6 persen.

Selasa (8/9)

Sigit Prastowo menyampaikan komitmen SIG untuk melanjutkan imbal hasil optimal kepada pemegang saham.

2027

Dividen untuk kinerja 2026 direncanakan dibagikan dengan mempertimbangkan arus kas dan kebutuhan investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    SIG memberi sinyal akan kembali memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.
  • Who?
    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG Sigit Prastowo, serta pemegang saham SMGR.
  • Where?
    Jakarta, dalam Public Expose Live 2026.
  • When?
    Sinyal disampaikan Selasa (8/9), setelah laba bersih SIG melonjak pada semester I 2026.
  • Why?
    SIG berkomitmen memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham dan mencatat perbaikan kinerja sepanjang semester I 2026.
  • How?
    Besaran dividen akan mempertimbangkan ketersediaan arus kas dan kebutuhan investasi, dengan keputusan akhir berada di tangan pemegang saham.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SIG bilang ingin memberi hasil yang baik kepada pemegang saham lewat dividen. SIG punya laba bersih yang naik pada semester I 2026. Dulu, SMGR membagi semua laba bersih 2025 sebagai dividen. Untuk kinerja 2026, mereka masih melihat uang kas dan kebutuhan investasi. Pemegang saham nanti membuat keputusan akhir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lonjakan laba bersih dan pertumbuhan pendapatan pada semester I 2026 memberi ruang bagi SIG untuk mempertahankan perhatian pada imbal hasil pemegang saham. Pertimbangan arus kas serta kebutuhan investasi dalam penentuan dividen juga menunjukkan pembagian laba tidak dipisahkan dari kesiapan keuangan perseroan dalam periode tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memberikan sinyal bakal kembali memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Sinyal tersebut disampaikan setelah perseroan mencatat lonjakan laba bersih hingga 445,9 persen pada semester I-2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Sigit Prastowo, mengatakan perseroan berkomitmen melanjutkan upaya memberikan imbal hasil optimal kepada seluruh pemegang saham. Menurutnya, SIG tidak hanya mempertimbangkan besaran dividen secara persentase, tetapi juga nilai nominal yang diterima pemegang saham.

“Di tahun 2026 tentu kita ingin melanjutkan bagaimana memberikan imbal hasil yang optimal, bukan dari sisi persentase tapi juga dari sisi nominal,” kata Sigit dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9).

Sinyal tersebut berkaca pada kebijakan dividen tahun buku 2025.

Pada 2026, SMGR telah membagikan dividen 100 persen dari laba bersih 2025 sebagai bagian dari upaya memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham.

Meski demikian, Sigit menegaskan besaran dividen untuk kinerja 2026 yang akan dibagikan pada 2027 masih akan mempertimbangkan sejumlah faktor. SIG perlu memastikan ketersediaan arus kas serta kebutuhan investasi sebelum menentukan besaran laba yang dapat dibagikan kepada pemegang saham.

“Beberapa pertimbangan tentu harus kita lakukan, antara lain bagaimana kita memastikan cash flow tersedia dengan baik, kemudian kebutuhan-kebutuhan untuk investasi juga akan kita kombinasikan dengan baik,” katanya.

Dia menambahkan, keputusan akhir mengenai pembagian dividen berada di tangan pemegang saham. Untuk SMGR, keputusan tersebut nantinya menjadi ranah pemegang saham mayoritas, termasuk pemegang saham Seri A dan pemegang saham Seri B terbesar.

Optimisme SIG untuk kembali memberikan imbal hasil kepada investor juga ditopang perbaikan kinerja sepanjang semester I-2026. Pendapatan perseroan tumbuh 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen semen yang naik 14,6 persen, sementara pendapatan non-semen tumbuh 1,6 persen.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA SIG meningkat 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan margin 12,2 persen, meski tekanan biaya masih berlangsung. Laba bersih perseroan bahkan melonjak 445,9 persen secara tahunan menjadi Rp207 miliar. Penjualan domestik juga tumbuh 9,7 persen menjadi 14,18 juta ton.

Sebelumnya, SMGR menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp190,84 miliar atau setara 100 persen dari laba bersih. Pemegang saham memperoleh dividen Rp28,33 per saham. Keputusan tersebut disepakati dalam RUPST pada 8 Mei 2026, dengan pembayaran dividen dilakukan pada 11 Juni 2026.

Dengan tren pemulihan industri semen yang masih berlanjut, SIG optimistis kinerja 2026 dapat terus membaik. Pada semester I-2026, permintaan semen domestik tumbuh 10,6 persen, terdiri dari pertumbuhan semen kantong 10,3 persen dan semen curah 11,2 persen.

Editorial Team

Related Article