Jakarta, FORTUNE - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG berpeluang menikmati berkah dari berbagai proyek pemerintah yang digenjot pada 2026. Sejumlah program seperti pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga Program 3 Juta Rumah diproyeksikan menjadi katalis bagi peningkatan permintaan semen perseroan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan program pemerintah tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan volume penjualan semen sepanjang semester I-2026. Selain proyek pemerintah, perseroan juga melihat adanya peluang dari proyek-proyek swasta yang mulai bergerak pada 2026.
“Program yang dijalankan oleh pemerintah ini meningkatkan permintaan semen, seperti pembangunan Koperasi Merah Putih, pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan juga program 3 juta rumah,” ujar Indra dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9).
Menurut dia, peluang tersebut makin terbuka setelah SIG menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. Melalui transformasi itu, perseroan mempertajam strategi bisnis dengan memperkuat lini ritel dan mengubah pendekatan penjualan dari sebelumnya berfokus pada sell in menjadi hingga sell out.
Dengan strategi tersebut, SIG tidak hanya menjual produk kepada jaringan distribusi, tetapi juga memastikan ketersediaan produk hingga ke toko-toko bangunan. Langkah ini dinilai membuat distribusi semen lebih efektif dan memastikan produk perseroan mudah dijangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi tersebut mulai terlihat pada kinerja penjualan. Pada kuartal II-2026, volume penjualan SIG mencapai 9,56 juta ton alias naik 9,5 persen secara tahunan. Penjualan domestik menjadi penopang utama dengan volume 7,65 juta ton atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan dan 17 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi baik pada semen kantong maupun curah. Penjualan semen kantong pada kuartal II mencapai 5,46 juta ton atau tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan semen curah melonjak 19,5 persen menjadi 2,19 juta ton, ditopang keterlibatan SIG dalam proyek nasional serta penetrasi ke sektor swasta dan korporasi.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Sigit Prastowo, mengatakan perbaikan volume penjualan turut mengerek kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, pendapatan SIG tumbuh 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun. Pendapatan dari segmen semen tumbuh 14,6 persen, sementara segmen non-semen meningkat 1,6 persen.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA SIG meningkat 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan margin 12,2 persen, di tengah tekanan biaya yang masih berlangsung. Laba bersih bahkan melonjak 445,9 persen secara tahunan menjadi Rp207 miliar. Secara keseluruhan, penjualan domestik SIG pada semester I-2026 tumbuh 9,7 persen menjadi 14,18 juta ton.
SIG melihat tren pemulihan industri semen nasional masih akan berlanjut hingga akhir 2026. Pada semester I-2026, permintaan semen domestik tumbuh 10,6 persen, dengan semen kantong naik 10,3 persen dan semen curah tumbuh 11,2 persen.
