Comscore Tracker
MARKET

BEI Sebut Ada Anak Usaha BUMN Masuk Antrean IPO

Ada 32 perusahaan di pipeline IPO BEI.

BEI Sebut Ada Anak Usaha BUMN Masuk Antrean IPODok. Istimewa

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Anak usaha BUMN dikabarkan tengah masuk antrean IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Masuknya anak usaha ini akan menambah panjang daftar anak usaha BUMN yang menjadi perusahaan terbuka. 

Hal itu diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, Selasa (29/3). Namun, Nyoman enggan merinci identitas calon emiten itu. 

Sepanjang 2022, tercatat ada 12 emiten baru di BEI dengan nilai dana terkumpul mencapai Rp3,18 triliun. Nyoman mengatakan, “Di pipeline saham bursa, sampai saat ini masih ada32 perusahaan yang berniat mencatatkan saham di BEI dengan estimasi nilai fundraise mencapai Rp29,13 triliun.”

Perkiraan itu didasari dari perhitungan harga saham teratas yang diperdagangkan oleh perusahaan yang telah menerbitkan informasi lewat platform e-IPO.

BUMN di pasar modal

Ilustrasi: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Sebelumnya, BEI telah kedatangan cucu usaha BUMN: PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), entitas anak Adhi Karya, pada akhir Februari 2022. Jumlah modal yang dihimpun ADCP mencapai Rp228,8 miliar.

Dana terhimpun itu digunakan untuk pengembangan proyek existing pada 12 proyek perseroan yang sedang berjalan.Contohnya, Adhi City Sentul.

Pekan lalu, Wamen BUMN II, Kartiko Wirjoatmodjo mengungkap rencana Kementerian BUMn untuk mengakselerasi bisnis anak usaha BUMN lewat IPO, yakni PT Pertamina Geothermal Energy, entitas anak Pertamina; dan PT Sigma Tata Sadaya (STS), entitas anak Telkom.

Sektor perusahaan yang antre IPO

Mengutip POJK No. 53/POJK.04/2017, berdasarkan nilai aset, puluhan perusahaan yang antre IPO itu terdiri dari: 15 perusahaan berskala besar, 15 skala menengah, sedang yang dua berskala kecil.

Sementara itu, berikut perincian sektor masing-masing calon emiten:

- Sektor Basic Materials (1).

- Sektor Industrials (2).

- Sektor Transportation & Logistic (2).

- Sektor Consumer Non-Cyclicals (5).

- Sektor Consumer Cyclicals (6).

- Sektor Teknologi (3).

- Sektor Healthcare (2).

- Sektor Energi (4).

- Sektor Properti dan Real Estate (4).

- Sektor Infrastruktur (3).

Related Articles