Comscore Tracker
MARKET

Anak Usaha Sarana Menara Dapat Pinjaman Rp1 Triliun, untuk Apa?

Protelindo dan Iforte adalah anak usaha emiten menara Djarum

Anak Usaha Sarana Menara Dapat Pinjaman Rp1 Triliun, untuk Apa?Emiten afiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR). (Website Sarana Menara Nusantara)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE - Anak usaha emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) meraih pinjaman pinjaman Rp1 triliun dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bisnis anak perusahaaan. 

Mengutip keterbukaan informasi, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) milik TOWR telah menandatangani perjanjian kredit pinjaman berjangka pada Senin (21/3).

Fasilitas perjanjian itu akan berlaku dalam jangka waktu 60 puluh bulan atau lima tahun setelah tanggal penandatanganan perjanjian kredit. Transaksi ini disebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten menara Grup Djarum tersebut. 

“Tujuan pinjaman adalah mendukung kebutuhan umum perusahaan Protelindo dan Iforte,” tulis Sekretaris Perusahaan TOWR, Irfan Ghazali, dilansir Kamis (24/3).

Ia menambahkan, kucuran kredit terbaru itu akan membawa dampak positif bagi bisnis perusahaan. 

Suntikan pinjaman ke anak usaha TOWR

Sebelumnya, pada akhir Februari 2022, Protelindo, Iforte, dan SUPR juga baru mengantongi pinjaman senilai US$60 juta dari Bank of China (Hong Kong) Limited. Tujuannya serupa dengan fasilitas kredit yang terbaru.

Dalam perjanjian kredit itu, struktur pemberian pinjaman menggunakan konsep pelimpahan pertanggungan oleh Iforte dan SUPR. Dengan begitu, Protelindo dapat memperoleh pembiayan dengan syarat dan kondisi lebih baik.

Irfan saat itu mengatakan, “Pemberian fasilitas diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha Protelindo yang mana secara konsolidasi juga akan berdampak positif bagi perseroan.”

Sedikit informasi, TOWR sebagai bagian dari Grup Djarum membidik pertumbuhan pendapatan minimal 20 persen pada 2022. Analis JP Morgan, Ranjan Sharma dalam risetnya menyebut, pendapatan perseroan akan meningkat 6 persen–21 persen setelah akuisisi SUPR rampung pada awal Oktober 2021.

Related Articles