MARKET

Diikuti Ragam Sentimen, IHSG Pekan Ini Diproyeksi Fluktuatif

Sentimen datang dari sikap investor dan musim rilis kinerja.

Diikuti Ragam Sentimen, IHSG Pekan Ini Diproyeksi FluktuatifPria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 44,67 poin atau 0,64 persen ke 7.042,93. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho)
29 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (Ihsg) diprediksi melemah lagi, Senin (29/1), setelah ditutup melemah 0,57 persen ke 7.137,09 pada Jumat (26/1).

Menurut CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, gelombang tekanan pada pola gerak IHSG tampak belum berakhir dan level support terdekatnya kembali diuji kekuatannya. Lebih lanjut, minimnya sentimen dari dalam ataupun luar negeri pun masih menjadi tantangan bagi emiten di pasar modal.

"Sehingga belum terlihat adanya pemicu yang dapat mendorong kenaikan IHSG dalam beberapa waktu mendatang," katanya dalam riset.

Selain itu, sentimen negatif juga berasal dari melemahnya nilai tukar rupiah dan fluktuasi harga komoditas, yang turut mempengaruhi laju IHSG hari ini.

William memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 7.123 dan resisten di 7.272. Saham-saham pilihannya hari ini, terdiri dari: AALI, BBNI, JSMR, BMRI, ITMG, ASII, AKRA, dan CTRA.

Sementara itu, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menjelaskan IHSG membentuk three black crows di akhir pekan lalu. Pola itu perlu investor waspadai karena mengindikasikan potensi bearish continuation walaupun dalam jangka pendek ada peluang technical rebound.

"Pekan ini IHSG diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif bersamaan dengan kecenderungan wait and see pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi," kata Valdy melalui risetnya.

Lebih lanjut, musim rilis kinerja keuangan kuartal keempat 2023 milik para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun akan berdampak terhadap pergerakan IHSG pekan ini.

Dari pasar internasional, sentimen datang dari mayoritas indeks Wall Street yang terkoreksi di Jumat (26/1). Namun masih mencatatkan penguatan mingguan pada pekan lalu, yang dipimpin oleh S&P 500 (1.1 persen). Data ekonomi Amerika Serikat (AS) relatif solid, salah satunya adalah realisasi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2.5 persen di 2023, lebih baik dari perkiraan dan meningkat dari 1.9 persen di 2022. Akan tetapi, realisasi kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar di akhir pekan kemarin menekan indeks-indeks Wall Street.

Berlawanan dengan Wall Street, indeks-indeks di Eropa justru menguat signifikan. Pasar mulai menimbang peluang ECB memangkas sukubunga acuan di April atau Juni 2024. Sementara the Fed dijadwalkan mengadakan FOMC pada 1 Februari 2024. Pasar berharap petunjuk terbaru mengenai peluang pemangkasan sukubunga acuan di Maret atau Mei 2024.

Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran support 7.200, pivot 7.250, dan resisten di 7.300. Saham-saham pilihannya hari ini, yakni: MTEL, ADRO, ANTM, TKIM, SMGR, ELSA, dan TLKM.

Related Topics