Jakarta, FORTUNE - Bank global Standard Chartered kembali merevisi turun perkiraan harga Bitcoin untuk 2026.
Melansir Yahoo Finance, revisi terbaru ini muncul sekitar sebulan setelah Standard Chartered sebelumnya memangkas target Bitcoin 2025 dari US$300.000 menjadi US$150.000 akibat melemahnya minat beli dari perusahaan penyimpan aset digital.
Target yang sebelumnya dipatok di level US$150.000 kini dipangkas menjadi US$100.000 seiring tekanan pasar kripto yang dinilai masih berlanjut.
"Kami memperkirakan masih akan ada tekanan lebih lanjut," ujar Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, dalam catatan kepada investor pada 12 Februari 2026.
Ia menilai, pasar kripto saat ini belum menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat sehingga risiko penurunan harga masih cukup besar dalam jangka pendek. Revisi proyeksi juga berlaku untuk sejumlah aset digital lain. Target Ethereum dipotong dari US$7.500 menjadi US$4.000, sementara Solana dan XRP masing-masing diturunkan dari US$250 dan US$8 menjadi US$135 dan US$2,80.
Dalam pandangan Kendrick, harga Bitcoin bahkan berpotensi turun hingga sekitar US$50.000 atau lebih rendah dalam waktu dekat. Ethereum juga diperkirakan dapat melemah ke kisaran US$1.400 sebelum kembali menguat menjelang akhir tahun.
Ia mengaitkan potensi penurunan tersebut dengan perilaku investor pada produk ETF Bitcoin. Menurutnya, investor telah menarik sekitar 100.000 BTC dari instrumen tersebut sejak Oktober lalu. Selain itu, peluang aksi jual lanjutan masih terbuka karena banyak investor tercatat membeli di kisaran rata-rata US$90.000. "Kapitulasi lanjutan sangat mungkin terjadi," jelasnya.
Faktor eksternal turut memengaruhi outlook pasar kripto. Kendrick menyoroti kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih tidak pasti, termasuk peluang pemangkasan suku bunga yang dinilai kecil serta kemungkinan Kevin Warsh, kandidat Ketua The Fed pilihan Presiden Donald Trump, mulai menjabat pada Mei mendatang.
Ia memperkirakan arus dana ke ETF Bitcoin belum akan pulih sebelum periode tersebut. Saat ini, Bitcoin dan Ethereum masing-masing diperdagangkan di sekitar US$67.000 dan US$2.000. Sepanjang tahun berjalan, keduanya sempat tertekan hingga US$60.000 dan US$1.700 di tengah kekhawatiran likuiditas serta minimnya sentimen positif pasar.
"Selama tekanan makroekonomi dan arus keluar dana masih berlangsung, pemulihan harga akan sulit terjadi dalam waktu dekat," katanya.
Kendrick juga menilai belum muncul “narasi besar” yang mampu kembali menarik minat investor ke aset kripto. Meski demikian, bank tersebut tetap memandang prospek jangka panjang aset digital masih solid. "Penggerak jangka panjang masih utuh," ujarnya.
Menurutnya, kondisi saat ini lebih mencerminkan fase koreksi wajar setelah kenaikan tajam sebelumnya, bukan indikasi keruntuhan industri kripto.
Dalam laporan yang sama, ia juga menyinggung aktivitas perdagangan di platform seperti Kraken melalui layanan Kraken Pro yang banyak digunakan investor profesional.
