Jakarta, FORTUNE - Binance, bursa aset kripto terbesar di dunia, akan menutup Binance Pool beserta sejumlah layanan pendukung mining mulai 10 November 2026 pukul 14.00 WIB. Layanan yang terdampak meliputi Binance Pool, Pool Savings, Cloud Mining, Transaction Accelerator, notifikasi hashrate melalui Telegram dan email, serta API Binance Pool.
Binance menjelaskan, penghentian tersebut merupakan bagian dari peninjauan berkala terhadap produk dan layanan yang tersedia di platformnya. “Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap produk dan layanan kami, Binance akan menghentikan Binance Pool dan layanan terkait pada 10 November 2026,” tulis Binance dalam pernyataan resmi, Selasa(13/10).
Setelah layanan berakhir, Binance akan memutus koneksi mining serta menonaktifkan seluruh alamat Stratum dan endpoint Binance Mining Pool. Setoran hashrate maupun mining shares yang dikirim setelah tenggat tidak akan diterima, diproses, atau diperhitungkan dalam pembayaran reward. Pengguna Binance Pool yang masih aktif perlu memindahkan perangkat mining mereka ke penyedia lain sebelum layanan dihentikan.
Mining pool adalah layanan yang menggabungkan kapasitas komputasi sejumlah miner untuk memperbesar peluang menemukan blok Bitcoin. Imbalan yang dihasilkan kemudian dibagikan berdasarkan kontribusi komputasi masing-masing peserta.
Adapun pengguna Pool Savings diminta mengakhiri langganan atau mencairkan posisi sebelum layanan tersebut ditutup. Binance menyatakan Binance Pool akan tetap beroperasi seperti biasa hingga jadwal penghentian. Setelah itu, reward, saldo, dan pengembalian dana yang memenuhi ketentuan akan diproses berdasarkan aturan produk, status akun, serta pemeriksaan kepatuhan.
Pengguna yang masih menunggu pembayaran terakhir juga diwajibkan menuntaskan verifikasi identitas paling lambat 11 November 2026 pukul 06.59 WIB. Sementara itu, halaman Binance Pool masih bisa diakses sampai 24 November 2026 pukul 14.00 WIB sebelum dinonaktifkan secara permanen.
Binance memperkenalkan Binance Pool pada April 2020, saat sejumlah bursa kripto mulai merambah bisnis mining. Mengacu pada laporan Hashrate Index, Binance Pool menempati peringkat kesembilan di antara penyedia mining pool Bitcoin pada akhir 2025. Kapasitas komputasinya ketika itu mencapai sekitar 26 exahash per detik (EH/s), setara dengan 2,3 persen dari total hashrate jaringan Bitcoin.
Penghentian Binance Pool berlangsung di tengah penyesuaian portofolio produk perusahaan. Pada Juli 2026, Binance menghentikan layanan NFT terpusat dan mengarahkan pengguna untuk memindahkan aset mereka ke Binance Wallet berbasis self-custody, yang memungkinkan pengguna memegang kendali atas aset kripto sendiri.
Sebulan sebelumnya, Binance memperluas akses perdagangan saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat bagi pengguna di luar AS. Layanan tersebut mencakup lebih dari 7.000 saham dan ETF, dengan fasilitas perdagangan tanpa komisi serta pembelian saham pecahan mulai US$5. Binance juga mengumumkan rencana pengembangan bStocks, fitur yang memungkinkan pengguna membuat versi tokenisasi dari saham yang dibeli melalui jaringan BNB.
