Jakarta, FORTUNE – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025. Bahkan, dari angka pengangguran itu, 1,01 juta diantaranya merupakan lulusan sarjana. Hal ini membuktikan bahwa memiliki gelar sarjana saja tidak selalu menjamin kesiapan menghadapi dunia profesional.
Dengan demikian, semakin banyak orang tua mulai melihat pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Dalam memilih kampus, pertimbangan tidak lagi hanya pada reputasi institusi, tetapi juga relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri serta peluang karier setelah lulus.
Rektor BINUS University, Nelly , menjabarkan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan orang tua dan calon mahasiswa dalam menentukan perguruan tinggi. Pertama, relevansi program studi dengan kebutuhan industri.
“Pendidikan tinggi pada dasarnya adalah investasi masa depan. Lebih dari sekadar nama institusi, yang terpenting adalah bagaimana kampus mampu mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, sekaligus membekali mereka untuk terus relevan di tengah perubahan zaman,” kata Nelly melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (26/3).
