Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
41% Perkebunan Kelapa Sawit RI Dikelola Pekebun, Menkeu Dorong Investasi Swasta
kebun sawit (unsplash.com/James Lo)
  • Suahasil Nazara mendorong investasi swasta di sektor sawit untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

  • Investasi diarahkan ke seluruh rantai nilai, termasuk akses pekebun terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan.

  • Penguatan sektor mencakup keberlanjutan, dukungan pemerintah dan lembaga pembiayaan, serta pelibatan pekebun sebagai produsen dan wirausaha.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (14/10)

Pernyataan Suahasil Nazara mengenai arah investasi swasta di sektor kelapa sawit dikutip dalam keterangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Keuangan mendorong investasi swasta di sektor kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.
  • Who?
    Menteri Keuangan Suahasil Nazara, pekebun rakyat, perusahaan swasta, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, dan BPDP Kelapa Sawit.
  • Where?
    Di sektor kelapa sawit Indonesia, yang mencakup perkebunan, rantai nilai industri, serta bidang agribisnis, logistik, pengolahan, layanan digital, rekayasa, dan teknologi.
  • When?
    Rabu (14/10), saat pernyataan Menkeu dikutip dalam keterangannya.
  • Why?
    Untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas akses pekebun terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan.
  • How?
    Melalui investasi berkelanjutan, pengembangan produk dan teknologi pengolahan, dukungan pembiayaan pembangunan, peremajaan perkebunan rakyat, serta pelibatan pekebun dalam model bisnis industri sawit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia punya kebun sawit yang sangat luas. Menteri Keuangan Suahasil Nazara ingin perusahaan swasta menanam modal supaya sawit lebih produktif dan bisa membuat pekerjaan yang lebih baik. Pekebun juga perlu mendapat uang, teknologi, pasar, dan pengetahuan. Sekarang, pemerintah mendorong keberlanjutan, pengolahan, dan peran pekebun dalam industri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan investasi yang menjangkau seluruh rantai nilai dapat membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk berperan sebagai produsen dan wirausaha. Langkah ini juga mencakup pengembangan keterampilan, penelitian, infrastruktur, teknologi pengolahan, serta peluang di berbagai bidang, sehingga manfaat penguatan sektor sawit tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indonesia memiliki lebih dari 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit, dengan sekitar 41 persen di antaranya dikelola oleh pekebun (smallholders). Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mendorong investasi swasta di sektor kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat hilirisasi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.

Suahasil menilai bahwa investasi perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan seluruh rantai nilai industri, termasuk penguatan kapasitas pekebun rakyat dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan.

“Pertanyaan pentingnya bukan hanya seberapa besar modal yang dapat kita mobilisasi. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah ke mana modal tersebut mengalir dan apa hasil yang dapat dicapai. Jika kita ingin kelapa sawit berkontribusi pada pertumbuhan yang inklusif, modal swasta harus mampu menjangkau seluruh rantai nilai (value chain), termasuk membantu pekebun memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan pengetahuan,” ujar Menkeu dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menkeu menekankan tiga langkah utama. Pertama, menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari daya tarik investasi.

Indonesia mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk pangan berbasis pertanian, oleokimia, biomaterial, serta investasi dalam teknologi pengolahan dan inovasi produk.

Selanjutnya, memperkuat peran pemerintah dan lembaga pembiayaan pembangunan untuk membuka peluang investasi yang belum dapat dikelola sepenuhnya oleh mekanisme pasar. Dalam hal ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mendukung penguatan sektor melalui peremajaan perkebunan rakyat, pengembangan keterampilan, penelitian, dan infrastruktur.

Ketiga, memastikan pekebun rakyat menjadi bagian integral dari model bisnis industri sawit. Pekebun tidak hanya berperan sebagai pemasok di ujung rantai nilai, tetapi juga sebagai produsen dan wirausaha yang memiliki potensi untuk berpartisipasi lebih jauh dalam pengembangan industri.

Dengan demikian, investasi di sektor sawit dapat membuka peluang kerja yang lebih produktif, meningkatkan keterampilan, memperbaiki kondisi kerja, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Peluang tersebut juga mencakup bidang agribisnis, logistik, pengolahan, layanan digital, serta rekayasa dan teknologi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article