Jakarta, FORTUNE - Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke luar negeri menunjukkan tren penguatan signifikan pada pembukaan tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah perjalanan warga negara Indonesia (WNI) ke mancanegara menembus 1.006.397 perjalanan sepanjang Januari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa lonjakan perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tersebut menunjukkan fenomena yang berbanding terbalik dengan aktivitas wisatawan nusantara (wisnus) yang justru mengalami penurunan.
“Secara tahunannya atau year-on-year dibandingkan dengan Januari tahun 2025 yang lalu juga mengalami peningkatan 1,65 persen,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).
Kawasan Asia masih memegang kendali sebagai tujuan utama pelancong asal Indonesia. Malaysia menempati urutan pertama dengan porsi mencapai 29,61 persen.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Arab Saudi dengan persentase 16,82 persen—yang umumnya didorong oleh perjalanan religi—diikuti Singapura sebesar 12,15 persen. Selain itu, Cina dan Jepang turut menjadi magnet utama dengan kontribusi masing-masing sebesar 7,82 persen dan 5,77 persen.
Dilihat dari infrastruktur akses, jalur udara tetap menjadi pilihan utama dengan total 826,31 ribu perjalanan pada Januari 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan 4,24 persen secara tahunan (yoy) dan melesat 25,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (MtM).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengukuhkan posisinya sebagai pintu keberangkatan tersibuk dengan melayani 528,24 ribu perjalanan, atau setara 63,93 persen dari total pergerakan udara. Sementara itu, perjalanan melalui pintu laut mencapai 133,34 ribu dan jalur darat 40,41 ribu perjalanan.
Berbanding terbalik dengan gairah ke luar negeri, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) justru menyusut menjadi 102,04 juta perjalanan. Performa ini terkoreksi 3,72 persen dibandingkan dengan Desember 2025 dan melemah 0,93 persen secara tahunan.
Meski demikian, Pulau Jawa tetap mendominasi peta perjalanan domestik dengan kontribusi 65,32 juta perjalanan atau mencakup 64,02 persen dari total pergerakan nasional.
Jawa Barat menjadi provinsi tujuan tertinggi dengan 18,38 juta perjalanan, disusul Jawa Timur 17,58 juta, dan Jawa Tengah 11,95 juta perjalanan.
Selain Pulau Jawa, destinasi lain yang tetap mengalami kunjungan tinggi pada awal tahun meliputi DKI Jakarta, Sumatra Utara, Banten, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta.
