Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan gejolak pasar yakni penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan Rupiah dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Menurutnya, dinamika pasar keuangan global merespons cepat rilis peninjauan dari lembaga indeks internasional tersebut yang lebih cepat dari prediksi pemerintah.
"Ya pertama tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang katakanlah lebih cepat daripada ekspektasi yang sebetulnya mereka menjanjikannya di bulan November, tapi ini di Oktober," ujar Airlangga di kantornya, Jumat (16/10).
Pihak MSCI disebut telah menjadwalkan target evaluasi lanjutan untuk tahun depan yang akan berlangsung pada April dan Juni. Selama periode tersebut, Airlangga menekankan bahwa otoritas terkait untuk melakukan langkah perbaikan pada pasar modal Indonesia.
Selain itu, berkaitan dengan hal teknis, pemerintah akan melakukan pembicaraan dengan Bursa Efek Indonesia untuk membahas langkah konkret beserta timelinenya.
Sebagai informasi, peninjauan status tersebut berkaitan dengan usulan perombakan kategori pasar Indonesia yang berpotensi turun dari emerging market menjadi standalone market. Evaluasi itu didorong oleh adanya berbagai catatan kritis terkait transparansi struktur kepemilikan saham di bursa domestik.
Selain itu, lembaga global tersebut juga menyoroti aspek keterbukaan informasi serta efektivitas penegakan regulasi pasar modal di Indonesia.
MSCI menilai belum terdapat bukti konkret yang memadai mengenai konsistensi perbaikan tata kelola serta fungsi pasar di tanah air.
Pemerintah menyadari proses penerapan regulasi dan penyesuaian tindakan di pasar modal memerlukan rentang waktu yang tidak singkat.
Oleh karena itu, berbagai tahapan administratif dan hukum tersebut menjadi catatan penting agar reformasi pasar modal dapat berjalan optimal ke depan.
"Dan progresnya itu harus kelihatan, terutama progresnya harus kelihatan bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri," imbuhnya.
Pasar sendiri merespons negatif adanya pengumuman MSCI tersebut. IHSG hari ini telah anjlok sebesar 11,36 persen per pukul 15.01 WIB. Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali tembus ke level 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Bursa Efek Indonesia juga melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 08.58. Pasar kembali dibuka pada pukul 09.28 yang disebabkan terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen.
