Bagi Anda yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga, Anda tetap bisa melakukan tradisi munggahan. Berikut ini beberapa ide munggahan yang bisa Anda lakukan, antara lain:
Anda tetap bisa bersilaturahmi dan bermaaf-maafan bersama keluarga melalui sambungan video call. Dengan begitu tradisi munggahan akan tetap terasa meski Anda berada di tempat yang berbeda.
Meski tidak bisa berjabat tangan secara langsung, Anda tetap bisa menunjukkan perhatian kepada keluarga. Salah satunya dengan mengirimkan parsel makanan ke tempat acara munggahan.
Salah satu tradisi munggahan yang bisa Anda lakukan adalah perbanyak sedekah. Sedekah banyak mendatangkan manfaat, salah satunya membuka pintu rezeki.
Itulah penjelasan apa itu munggahan sebagai tradisi dari Sunda dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan Anda mengenai tradisi-tradisi yang ada di Indonesia.
Munggahan artinya apa? | Munggahan adalah tradisi masyarakat Sunda yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi momen untuk menyambut datangnya bulan puasa dengan rasa syukur, kebersamaan, serta persiapan lahir dan batin. |
Menu munggahan puasa apa saja? | Menu munggahan umumnya berupa hidangan rumahan sederhana yang menekankan kebersamaan, seperti nasi liwet atau nasi putih dengan lauk ayam goreng, ikan asin, tahu-tempe, pepes, serta sambal dan lalapan. |
Kapan waktu munggahan? | Tradisi munggahan umumnya dilakukan satu hingga dua hari sebelum awal Ramadan. |
Apakah di Jawa ada munggahan? | Selain di Jawa Barat, tradisi munggahan juga dikenal di berbagai daerah lain dengan nama dan bentuk yang berbeda. Misalnya, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat memiliki tradisi "megengan" atau "punggahan". |
Apa tujuan Punggahan? | Tujuan punggahan adalah untuk menyambut bulan Ramadan dengan meningkatkan keimanan, membersihkan diri dari perbuatan buruk, mempererat silaturahmi, dan mendoakan arwah leluhur. |