Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
ilustrasi makanan sehat
ilustrasi makanan sehat (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Munggahan adalah tradisi menyambut bulan Ramadan di Indonesia

  • Tradisi ini berasal dari suku Sunda, Jawa Barat, dilakukan dengan makan bersama keluarga dan berdoa

  • Tujuannya adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan untuk membersihkan diri dari perbuatan buruk

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Munggahan adalah salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia saat hendak memasuki bulan Ramadan. Mungkin beberapa dari Anda belum mengetahui lebih detail dari tradisi ini.

Kegiatan yang berasal dari dari suku Sunda, Jawa Barat ini biasanya dilakukan pada akhir bulan Syakban, atau sekitar 1 minggu sebelum bulan Ramadan. Prosesi munggahan sendiri bervariasi. Akan tetapi, pada umumnya tradisi ini dilaksanakan dengan cara makan bersama keluarga, berdoa bersama, dan lainnya.

Tradisi serupa juga ditemukan di kawasan Jawa Tengah yang dikenal dengan istilah pungguhan. Baik munggahan maupun pungguhan memiliki kegiatan yang sama, hanya saja berbeda wilayah.

Untuk lebih jelasnya tentang apa itu munggahan, simak selengkapnya di bawah ini.

Apa itu munggahan?

Secara kata, munggahan berasal dari bahasa Sunda yaitu unggah yang artinya 'naik'. Sedangkan, menurut istilah, munggahan adalah naiknya ke bulan suci atau derajat yang lebih tinggi.

Jadi, munggahan berarti sebuah prosesi penyambutan bulan suci atau bulan Ramadan, umat Muslim merasakan kebahagiaan atau dinaikkan derajatnya. Tradisi ini sebenarnya sudah ada sejak dulu hingga kini, khususnya bagi masyarakat di tanah Jawa Barat. 

Munggahan sendiri di Jawa Barat juga beraneka ragam penyebutannya. Bagi masyarakat Bogor, munggahan disebut cucurak. Bagi masyarakat Bandung, munggahan juga disebut dengan papajar.

Kegiatan dalam tradisi munggahan

Sebenarnya, prosesi munggahan bisa dibilang cukup bervariasi. Berikut ini beberapa kegiatan yang dilakukan saat munggahan antara lain:

  • Berkumpul atau berwisata bersama keluarga dan kerabat

  • Makan bersama

  • Berdoa bersama

  • Saling bermaaf-maafan

  • Berziarah atau nyekar ke makan orang tua maupun orang-orang saleh

  • Bersedekah menjelan bulan puasa atau disebut pula dengan sedekah munggah.

Meski tradisi munggahan di setiap daerah berbeda-beda, tapi memiliki inti yang sama. Tentunya melestarikan tradisi merupakan tanggung jawab dari generasi ke generasi selanjutnya. 

Menjalankan dan memegang tradisi merupakan bentuk rasa hormat kepada leluhur daerah tempat tradisi tersebut berkembang.

Tujuan munggahan

Sebenarnya, tujuan dari munggahan adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Selain itu, munggahan dimaksud untuk membersihkan diri setiap hamba dari perbuatan buruk yang telah dilakukan selama setahun belakangan. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari perbuatan dosa selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Seiring berjalannya waktu, munggahan menjadi saranan untuk menyambung tali silaturahmi antara masyarakat. Seperti yang diketahui, masyarakat Sunda memiliki tingkat emosional kekerabatan yang cukup tinggi.

Contoh ide munggahan

Bagi Anda yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga, Anda tetap bisa melakukan tradisi munggahan. Berikut ini beberapa ide munggahan yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Melakukan panggilan video call

Anda tetap bisa bersilaturahmi dan bermaaf-maafan bersama keluarga melalui sambungan video call. Dengan begitu tradisi munggahan akan tetap terasa meski Anda berada di tempat yang berbeda.

  • Mengirimkan parcel makanan

Meski tidak bisa berjabat tangan secara langsung, Anda tetap bisa menunjukkan perhatian kepada keluarga. Salah satunya dengan mengirimkan parsel makanan ke tempat acara munggahan.

  • Bersedekah

Salah satu tradisi munggahan yang bisa Anda lakukan adalah perbanyak sedekah. Sedekah banyak mendatangkan manfaat, salah satunya membuka pintu rezeki.

Itulah penjelasan apa itu munggahan sebagai tradisi dari Sunda dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan Anda mengenai tradisi-tradisi yang ada di Indonesia.

FAQ seputar tradisi munggahan

Munggahan artinya apa?

Munggahan adalah tradisi masyarakat Sunda yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi momen untuk menyambut datangnya bulan puasa dengan rasa syukur, kebersamaan, serta persiapan lahir dan batin.

Menu munggahan puasa apa saja?

Menu munggahan umumnya berupa hidangan rumahan sederhana yang menekankan kebersamaan, seperti nasi liwet atau nasi putih dengan lauk ayam goreng, ikan asin, tahu-tempe, pepes, serta sambal dan lalapan.

Kapan waktu munggahan?

Tradisi munggahan umumnya dilakukan satu hingga dua hari sebelum awal Ramadan.

Apakah di Jawa ada munggahan?

Selain di Jawa Barat, tradisi munggahan juga dikenal di berbagai daerah lain dengan nama dan bentuk yang berbeda. Misalnya, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat memiliki tradisi "megengan" atau "punggahan".

Apa tujuan Punggahan?

Tujuan punggahan adalah untuk menyambut bulan Ramadan dengan meningkatkan keimanan, membersihkan diri dari perbuatan buruk, mempererat silaturahmi, dan mendoakan arwah leluhur.

Editorial Team